Kupang, CNN Indonesia --
Dua airport di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditutup sementara akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ile Lewotolok.
Bandara nan ditutup adalah Bandara Frans Seda Maumere dan Bandara Gewayantana Larantuka. Penutupan sementara dilakukan demi menjamin keamanan penerbangan dan penumpang.
Kepala Bandar Udara Frans Seda Maumere, Partahian Panjaitan memastikan airport tersebut ditutup efektif mulai Sabtu (20/6) hingga Minggu (21/6) pukul 06.00 WITA. Seluruh agenda penerbangan pada hari ini ditangguhkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penutupan ini mengikuti perkembangan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Sejumlah rute kudu dibatalkan, antara lain Wings Air rute Maumere-Kupang, Kupang-Maumere, Makassar-Maumere, dan sebaliknya," ujar Partahian kepada CNNIndonesia.com, Sabtu siang (20/6).
Sebelumnya, Bandara Frans Seda Maumere juga sempat ditutup pada Rabu hingga Kamis pekan ini akibat lontaran abu vulkanik dari gunung nan sama.
Di tempat lain, Bandar Udara Gewayantana Larantuka juga diberlakukan status penutupan sementara sejak Kamis lalu.
Kepala Bandara Puguh Lukito menyatakan langkah penghentian operasi sementara dilakukan akibat erupsi Gunung Ile Lewotolok dan akibat abu dari Lewotobi Laki-laki.
"Saat ini statusnya resmi Aerodrome Closed. Belum ada agenda pasti pembukaan kembali; penumpang disarankan memantau info resmi maskapai," jelasnya, kepada CNNIndonesia.com.
Berdasarkan info PVMBG, Gunung Ile Lewotolok mulai aktif sejak 18 Juni 2026 dengan kolom abu setinggi 300 meter, berwarna putih hingga kelabu, dan bergerak ke arah barat. Statusnya berada di Level II (Waspada).
Sementara itu, Gunung Lewotobi Laki-laki mempunyai status lebih tinggi, ialah Level III (Siaga), dengan aktivitas erupsi nan terus berlangsung.
PVMBG mengimbau penduduk tidak mendekati area dengan radius 5 kilometer dari puncak kedua gunung. Masyarakat juga diminta waspada terhadap akibat lahar hujan jika turun hujan deras di sekitar lereng.
(lou/pta)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·