Gunung Ili Lewotolok di Lembata, NTT Meletus, Senin (2/8) pukul 16.50 Wita.(Foto: Magma Indonesia)
GUNUNG Ili Lewotolok di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi disertai bunyi gemuruh pada Senin (3/8) pukul 16.50 Wita. Letusan tersebut menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 700 meter di atas puncak dengan arah sebaran ke barat daya hingga barat.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ili Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, mengatakan kolom abu teramati mencapai sekitar 700 meter di atas puncak alias sekitar 2.123 meter di atas permukaan laut.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, condong ke arah barat daya dan barat," kata Stanislaus dalam laporan tertulisnya, Senin (3/8).
Ia menjelaskan, aktivitas erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berjalan selama sekitar 1 menit 12 detik. Erupsi pada Senin ini terjadi sehari setelah Gunung Ili Lewotolok memuntahkan abu vulkanik pada Minggu (2/8) pukul 13.16 Wita. Saat itu, kolom abu teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak alias sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut, dengan warna kelabu berintensitas tebal nan mengarah ke barat daya.
Meski mengalami erupsi selama dua hari berturut-turut, status aktivitas Gunung Ili Lewotolok hingga sekarang tetap berada pada Level II alias Waspada.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, pendaki, dan visitor agar tidak memasuki maupun beraktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Selain itu, penduduk nan bermukim di sekitar gunung diminta tetap tenang, tidak mudah mempercayai info nan belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan aktivitas gunung melalui info resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok maupun PVMBG.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi hujan abu vulkanik. Apabila terjadi hujan abu, penduduk disarankan menggunakan masker alias penutup hidung dan mulut guna mengurangi akibat gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik. (PO/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·