Gubernur Malut Ungkap Manfaat Hilirisasi Nikel, Ini Salah Satunya!

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda buka-bukaan soal potensi besar hilirisasi di wilayahnya. Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Malut di kuartal I 2026 sendiri sukses mencapai 19,6% nan sebagian besar didukung oleh hilirisasi, terutama nikel.

"Malut ada di peta daya terbarukan nan sangat strategis dan punya potensi nan besar, apalagi saat ini baru awal, baru mulai nan melangkah awalnya menghasilkan feronikel, dan sekarang ada nikel sulfur untuk baterai, ke depan potensi tetap sangat besar," ungkap Sherly kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat (12/6/2026).

Dia juga menambahkan, multifler pengaruh alias pengaruh berganda juga sangat besar dari adanya hilirisasi nikel. Salah satunya dalam menciptakan 100.000 lapangan kerja dan perputaran ekonomi sangat tinggi. Hanya saja nan tetap menjadi pekerjaan adalah bahan makanan nan tetap dari luar Malut.

"Gaji juga sangat baik, namun tetap belum putra-putri Malut nan tetap menjadi pekerjaan rumah, agar Sumber Daya Manusia (SDM) Malut bisa ikut terserap," tegas dia.

Ke depan Sherly juga menyebut untuk meningkatkan pendidikan terutama vokasi nan disebabkan ada missing link antara pendidikan dan industri masa depan di Malut. Untuk mendukung perihal tersebut, Sherly menuturkan bahwa pihaknya bakal terus bekerja sama dengan beragam universitas terbaik dalam membikin politeknik dengan program study baru, sesuai untuk masa depan di Malut.

Dia juga menyebutkan, pihaknya juga bakal terus bekerja sama dengan kementerian terkait, serta pelaku upaya untuk memasukan kurikulum SMK dan sekolah vokasi agar skill bisa didapat di sana serta siap bekerja.

"Pendidikan vokasi ini menjadi fondasi kita untuk menyiapkan SDM sehingga penyiapan lapangan pekerjaan lantaran industri ini ke depan tetap besar, bukan hanya baterai untuk EV tapi tetap banyak permintaan lainnya, nan pabriknya bakal makin banyak di Malut," rinci dia.

Menurutnya, ke depan persiapan SDM tidak bisa seperti dulu, kudu berubah sangat sigap dan nan paling mengerti adalah pelaku industri. Maka Malut bekerja sama agar SDM bisa sesuai nan dibutuhkan.

"Di semua wilayah sudah kami mulai, namun ada skala prioritas nan sudah siap secara bertahap," kata Sherly.

Di sisi lain, industri nikel di Malut sudah ada nyaris 20 tahun namun kesehatan di Malut belum baik. Namun dia memastikan Malut menuju membaik, apalagi ada Rumah Sakit Tipe C dengan total investasi masing-masing Rp 150 miliar, di Halmahera Timur, Sulat, Taliabu pada 2025.

Adapun pada 2026 dapat di Halmahera tengah, makan 10 kabupaten/kota sudah punya 10 rumah sakit jenis C dengan akomodasi nan bisa melakukan operasi, cuci darah, dan bayi prematur.

"Pekerjaan rumahnya adalah memenuhi kuota kebutuhan dokter, jadi kami bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, memberikan danasiwa pada anak-anak lokal untuk mau bekerja ke sini, termasuk juga CSR perusahaan nan meningkatkan kualitas RS dan juga rumah sakit," pungkas Sherly.

Untuk diketahui,Maluku Utara mempunyai pekerjaan rumah untuk memperkuat hubungan jalan dan jembatan dengan sasaran 550 Kilometer jalan provinsi sebelum 2030 meski 1.900 Kilometer total jalan kabupaten juga menanti untuk diselesaikan

(dpu/dpu)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News