Gubernur Jateng Ahmad Luthfi pantau langsung upaya pemadaman api di TPA Putri Cempo.(MI/Widjajadi)
GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Mabes TNI ikut membantu percepatan pemadaman api nan tetap meluas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo selama tiga hari terakhir ini.
"Saya surati Mabes TNI untuk bantu mempercepat pemadaman. Harus sigap tuntas. Semakin sigap semakin bagus," kata Luthfi di sela-sela peninjauan kobaran api nan melahap tiga blok gunungan sampah itu, Sabtu (5/9) siang.
Ia sudah mendapatkan penjelasan dari Wali Kota Solo Respati Ardi, bahwa selain menggunakan water bombing nan diperkuat TNI AU Lanud Adi Soemarmo, maka pemadaman api juga dilakukan dengan metode spray dan injeksi agar menjangkau sumber api nan berada di dalam timbulan sampah
Dia memberikan arahan, agar selama proses pemadaman masyarakat sekitar area Putri Cempo nan terdampak kudu mendapatkan perlindungan, baik kesehatan maupun kebutuhan lain sebagai akibat musibah api itu.
“Tadi sudah kita rapatkan secara singkat dengan Wali Kota dan stakeholder, jangan sampai terulang kembali dan kita utamakan keselamatan warga," imbuh mantan Kapolda Jateng ini.
Penanggulangan kedaruratan musibah api di tempat penmbuangan akhir sampah di Mojosongo ini kudu komprehensif, dengan melibatkan Pemprov Jateng, Pemkot Solo, TNI, Polri, dan juga petugas alias relawan api.
Kebakaran TPA Putri Cempo sejak Jumat petang lalu, hingga Sabtu siang sudah melebar seluas 4 hektare lebih nan meliputi Blok B, C, dan D. Kini tetap berjalan upaya pemadaman lewat metode water bombing dan juga pemberangusan api lewat darat, serta proses injeksi air ke timbunan bawah sampah.
Luthfi berharap, musibah kebakaran di TPA Putri Cempo menjadi pelajaran untuk wilayah lain, apalagi saat ini tetap memasuki musim tandus panjang dengan pengaruh El Nino.
Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) juga sudah menurunkan mobil untuk memanta kualitas udara, sebagai upaya meminimalisasi akibat ke masyarakat area Putri Cempo.
Perlu diketahui, timbunan sampah di Kota Solo nan dikirim ke Putri Cempo mencapai 421,48 ton/hari. Sampah terkelola 49,73 ton/hari (11,80%) dan sampah tidak terkelola 371,75 ton/hari (88,20%). Pengelolaan sampah dilakukan dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan mengubah sampah menjadi daya listrik.(WJ/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·