Gubernur: Hukum seberat mungkin jambret Bundaran HI.
, JAKARTA, – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungannya terhadap abdi negara norma untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku penjambretan nan menargetkan penduduk asing di area Bundaran Hotel Indonesia (HI). Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (14 Mei) dan menjadi perhatian publik lantaran letak nan strategis dan ramai.
"Jika pelaku sudah tertangkap, norma seberat mungkin," ujar Anung usai meresmikan Vihara Tian Fu Gong, Minggu. Menurutnya, kejahatan jalanan seperti ini tidak boleh ditoleransi lantaran mengganggu keamanan publik dan mencoreng gambaran Jakarta sebagai kota global.
Pernyataan ini muncul setelah Anung mendapatkan info bahwa pelaku penjambretan telah sukses ditangkap oleh pihak kepolisian pada Jumat (15 Mei). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sepenuhnya mendukung langkah pihak berkuasa dalam memberantas tindak pidana di kota ini.
"Jakarta saat ini merupakan kota teraman kedua di ASEAN, dan tentu saja, momentum ini kudu dijaga bersama," tambahnya. Keamanan dikatakan sebagai aspek krusial bagi Jakarta sebagai pusat pemerintahan, bisnis, dan pariwisata.
Sebelumnya, Kepolisian Metro Jakarta Pusat telah memburu pelaku nan menjambret ponsel Motorola Neo 60 milik penduduk negara Italia di Bundaran HI. Insiden tersebut terjadi saat korban sedang menggunakan ponselnya di tepi jalan, dan pelaku nan mengendarai sepeda motor merah tiba-tiba mendekat dan merampas ponsel tersebut. Korban mencoba mengejar namun terjatuh, dan kejadian ini terekam oleh kamera dalam mobil nan melintas.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·