Keputusan mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo diproyeksi berakibat pada volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengatakan penanammodal bakal condong wait and see terhadap pergantian posisi Gubernur BI.
“Dalam jangka pendek, penanammodal condong menerapkan pendekatan wait and see, sehingga volatilitas di pasar saham maupun pasar obligasi berpotensi meningkat,” katanya kepada kumparan, Senin (27/7).
Namun demikian, Nafan menilai besaran akibat bakal sangat berjuntai pada argumen pengunduran diri, sistem suksesi, serta kredibilitas sosok pengganti Perry, nan saat ini sementara dijabat oleh Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas.
“Jika proses transisi berjalan cepat, transparan, dan tetap menjaga independensi Bank Indonesia serta kesinambungan kebijakan moneter, maka tekanan terhadap pasar kemungkinan hanya berkarakter sementara,” imbuh Nafan.
Dari sisi IHSG, dia menilai bahwa sektor perbankan dan sektor finansial berpotensi menjadi nan paling sensitif terhadap sentimen tersebut, karena erat kaitannya dengan ekspektasi suku bunga, likuiditas, dan stabilitas sistem keuangan.
Sementara dari sisi nilai tukar rupiah, Nafan menyebut juga perlu dicermati lantaran berpotensi mengalami tekanan andaikan ketidakpastian memicu arus keluar biaya asing.
Dalam kajian Mirae Asset Sekuritas Indonesia pergantian Gubernur BI dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap kesinambungan kebijakan moneter dan menekan Rupiah.
Pasar saham berpotensi terkoreksi, terutama saham bank besar seperti
BBCA, BMRI, dan BBRI. Yield SBN 10 tahun juga berisiko naik, sehingga meningkatkan tingkat bebas akibat dan menekan valuasi saham.
Kendati demikian, BI tetap diperkirakan meningkatkan suku kembang 25 bps ke 6,0 persen meski arah kebijakan berpotensi lebih propertumbuhan.
Sementara itu, Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan bahwa penanammodal bakal menyambut negatif pergantian kepemimpinan di bank sentral nan mempunyai peran strategis dalam menentukan arah suku bunga, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan stabilitas sistem keuangan.
“Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia berpotensi menjadi sentimen negatif bagi IHSG pada perdagangan hari ini. Bukan lantaran esensial ekonomi Indonesia berubah secara tiba-tiba, melainkan lantaran pasar finansial pada dasarnya tidak menyukai ketidakpastian,” katanya.
51 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·