Gubernur BI Lapor Prabowo Rupiah Melemah Rp17.400 per USD, Bakal Batasi Beli Dolar

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

 Gubernur BI Lapor Prabowo Rupiah Melemah Rp17.400 per USD, Bakal Batasi Beli Dolar

Gubernur BI Lapor ke Prabowo Rupiah Melemah ke Rp17.400 per USD, Bakal Batasi Beli Dolar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo melaporkan ke Presiden Prabowo mengenai pelemahan nilai tukar Rupiah nan sekarang di level Rp17.423 per USD. Menurut Perry, nilai tukar Rupiah saat ini berada dalam kondisi undervalued alias lebih rendah dari nilai fundamentalnya. 

Meski saat ini Rupiah sedang menghadapi tekanan, BI meyakini mata duit Garuda bakal segera stabil dan condong menguat seiring dengan esensial ekonomi nasional nan tetap kokoh.

Perry menjelaskan bahwa tekanan jangka pendek pada Rupiah disebabkan oleh aspek global, seperti tingginya nilai minyak dunia, lonjakan suku kembang Amerika Serikat (yield US Treasury 10 tahun mencapai 4,47 persen), serta penguatan dolar AS nan memicu pelarian modal dari pasar negara berkembang. Selain itu, terdapat aspek musiman pada periode April hingga Juni, ialah tingginya permintaan dolar untuk kebutuhan repatriasi dividen, pembayaran utang, dan kebutuhan jemaah haji.

"Pertumbuhan sangat tinggi 5,61 persen, inflasi rendah, angsuran juga tumbuh tinggi, persediaan devisa juga kuat. Nah, ini adalah esensial nan menunjukkan mestinya rupiah itu bakal stabil dan condong menguat," ujar Perry di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto merestui tujuh langkah krusial nan bakal ditempuh Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah. 

Pertama, BI bakal terus melakukan intervensi baik melalui transaksi tunai, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun intervensi di pasar luar negeri (Offshore NDF) seperti di Singapura, London, hingga New York.

Kedua, BI mengandalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik aliran modal masuk (inflow) guna menutupi keluarnya modal asing di pasar SBN dan saham.

Selanjutnya, dengan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan, BI telah membeli SBN dari pasar sekunder sebesar Rp123,1 triliun sepanjang tahun melangkah (year-to-date).

Keempat, BI memastikan likuiditas di pasar duit tetap mencukupi, nan tercermin dari pertumbuhan duit primer sebesar 14,1 persen.

Kemudian BI telah menurunkan pemisah pembelian dolar tanpa arsip pendukung (underlying) dari 100 ribu dolar AS menjadi 50 ribu dolar AS per orang per bulan, dan berencana menurunkannya kembali menjadi 25 ribu dolar AS. Selain itu, BI mendorong penggunaan mata duit lokal (LCT) melalui pasar Yuan-Rupiah untuk diversifikasi dari dolar.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com