Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 19 Oktober 2026 |20:55 WIB

Gubernur BI Lapor ke Prabowo: Inflasi Terkendali, Rupiah Kami Jaga (Foto: Okezone)
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan komitmen dalam menjaga kondisi stabilitas nilai tukar Rupiah serta perkembangan tingkat inflasi. Menurut Destry, BI berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas moneter di tengah gejolak pasar finansial global.
"Dari Bank Indonesia tadi kami melaporkan mengenai dengan stabilitas, lantaran tetap Bank Indonesia konsentrasi kita adalah menjaga stabilitas rupiah, baik dalam kaitannya dengan inflasi maupun kaitannya dengan nilai tukar," kata Destry usai berjumpa Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Mengenai inflasi, Destry memaparkan bahwa parameter inflasi inti nan mencerminkan dinamika perekonomian tetap berada dalam pemisah aman.
"Untuk inflasi, kami juga laporkan untuk inflasi inti nan menjadi menggambarkan pergerakan dari perekonomian tetap cukup terkendali di bulan September tetap 2,8 persen," ungkapnya.
Meski demikian, bank sentral memberikan perhatian unik pada pergerakan nilai komoditas pangan (volatile food) nan saat ini menembus nomor 5 persen.
"Memang kami juga laporkan nan memang perlu menjadi perhatian adalah inflasi di pangan ya, volatile food inflation nan memang mencapai 5 persen. Nah, ini tadi kami laporkan dan juga koordinasi kelak dengan Kementerian Pertanian gimana kita bisa menjaga untuk volatile food inflation bida masuk di dalam koridor Bank Indonesia 3,5 plus minus 1 persen," jelas Destry.
Beranjak ke rumor nilai tukar, BI mencermati ketidakpastian pasar dunia nan tetap tinggi seiring bayang-bayang kebijakan higher for longer dari bank sentral Amerika Serikat.
"Kemudian untuk nilai rupiah, kita tahu juga dunia situasinya juga tadi sampaikan oleh Pak Menteri bahwa volatilitas tetap tinggi, mereka menghadapi situasi higher for longer juga, inflasi nan jauh di atas sasaran mereka. Fed funds rate diperkirakan naik, namun probabilitas di bulan Oktober bakal menjadi lebih mini saat ini, sehingga itu nan tentu menjadi salah satu tantangan buat rupiah kita," katanya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·