Kapten timnas Swis Granit Xhaka(AFP/FRAN SANTIAGO / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)
KAPTEN timnas Swis, Granit Xhaka, memuji mentalitas dan kebersamaan tim sebagai kunci utama keberhasilan mereka melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kemenangan di fase gugur tersebut dinilai lahir dari performa kolektif nan matang, terutama dalam aspek pertahanan dan disiplin permainan nan solid.
Bagi Xhaka, kemenangan ini terasa sangat spesial secara pribadi. Sehari sebelum pertandingan, gelandang berumur 32 tahun tersebut menerima penghormatan unik dari federasi sepak bola Swiss. Ia menegaskan bahwa hasil positif di lapangan adalah langkah terbaik untuk melengkapi momen berhistoris tersebut.
"Rasanya spesial. Kemarin saya mendapat kehormatan dari presiden tim. Saya juga sempat mengatakan sesuatu, dan kemauan saya adalah membikin hari itu lebih spesial dengan melangkah lebih jauh. Kami sukses hari ini," ujar Xhaka dalam sesi konvensi pers usai pertandingan di Vancouver.
Pencapaian 150 Penampilan
Laga ini juga menandai pencapaian luar biasa Xhaka nan telah mencatatkan 150 penampilan berbareng tim nasional Swis. Ia mengaku sangat bangga bisa mewakili negara tempat dia lahir dan dibesarkan dalam kurun waktu nan panjang.
"Merupakan sebuah kehormatan bagi saya bisa mengenakan jersey ini 150 kali. Ini adalah negara tempat saya dibesarkan, tempat saya lahir, dan tempat nan sangat berfaedah bagi saya dan family saya," tuturnya.
Analisis Kematangan Tim
Dalam analisisnya mengenai jalannya laga, Xhaka menyoroti peningkatan performa Swis, terutama di babak kedua. Ia mengungkapkan bahwa perubahan mini di ruang tukar saat jarak pertandingan menjadi aspek krusial bagi kebangkitan tim.
"Babak pertama bagus, babak kedua sangat bagus. Dalam pertandingan knockout, bukan soal gimana Anda bermain, tetapi nan krusial adalah lolos. Kami sukses dan kami sangat senang," kata pemain Sunderland tersebut.
Xhaka juga memberikan apresiasi unik terhadap lini pertahanan Nati. Setelah sempat mengalami masalah di fase awal turnamen dengan sering kebobolan, Swis sekarang tampil lebih disiplin. "Hari ini pertahanan sangat kuat. Kami menunjukkan performa tim nan sangat baik," tambahnya.
Pujian untuk Johan Manzambi
Selain performa kolektif, Xhaka secara unik memuji kontribusi pemain muda Johan Manzambi. Pemain muda tersebut dinilai memberikan akibat besar, termasuk dalam proses terciptanya gol pembuka nan lahir dari tindakan perseorangan nan sering dilatih setiap hari.
"Dia tetap muda, punya semangat besar, dan sangat membantu tim kami. Dia membantu kami mencetak gol dengan dan tanpa bola. Dia punya mentalitas nan sangat baik. Jika Anda punya mentalitas seperti itu di usia muda, Anda bisa mencapai perihal besar," puji sang kapten.
Menatap 16 Besar di Vancouver
Meski tengah merayakan keberhasilan, Xhaka mengingatkan rekan-rekannya untuk segera mengalihkan konsentrasi ke laga berikutnya. Swis dijadwalkan bakal kembali bertanding di Stadion BC Place, Vancouver, dalam waktu lima hari ke depan melawan pemenang laga antara timnas Kolombia dan timnas Gana.
Terkait atmosfer stadion nan didominasi suporter lawan, Xhaka mengaku tidak gentar. "Kami kudu menerima atmosfer suporter Kolombia alias Ghana. Tapi kami bakal siap. Pada akhirnya ini tetap pertandingan sepak bola," tegasnya.
Swiss sekarang tinggal menunggu pemenang antara laga Kolombia vs Gana untuk menentukan musuh mereka di babak 16 besar demi memperebutkan satu tiket ke perempat final Piala Dunia 2026 (Ant/Z-1).
English (US) ·
Indonesian (ID) ·