Golkar Minta Dua Kadernya yang Adu Jotos di DPRD Riau Minta Maaf ke Publik

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Waketum Golkar, Ahmad Doli Kurnia di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Senin (15/9/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia meminta dua kader Partai Golkar nan terlibat adu jotos hingga berujung kericuhan di DPRD Riau menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Riau. Mereka ialah Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet.

Doli juga meminta DPD Partai Golkar Riau mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan nan terjadi, termasuk mendorong kedua kadernya meminta maaf kepada publik.

“Dan secara internal saya juga meminta kelak ada pembicaraan ya di tingkat kepengurusan DPD Golkar Riau, bisa ya mengatasi masalah ini termasuk kerabat Parisman dan kerabat Eet untuk bisa meminta maaf ya kepada masyarakat Riau. Dan setahu saya kemarin kerabat Parisman sudah menyampaikan pernyataan itu. Karena saya sudah menghubungi langsung,” kata Doli saat dikonfirmasi, Senin (20/7).

Namun hingga kini, Doli mengaku belum dapat menghubungi Eet. Doli berambisi kedua kadernya sama-sama menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.

“Tapi sampai saat ini saya belum bisa menghubungi kerabat Eet. Nah dalam kesempatan ini, mungkin ini juga sebagai pesan agar kedua belah pihak, baik masing-masing itu bisa menyampaikan permohonan maaf dan kemudian kelak bersama-sama rekonsiliasi dan juga kemudian minta maaf berbareng kepada masyarakat Riau,” ujarnya.

Doli berambisi peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh wakil rakyat. Menurutnya, personil legislatif merupakan figur nan menjadi panutan masyarakat sehingga kudu bisa memberikan contoh nan baik.

“Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran kita semua. Sebagai seorang wakil rakyat nan tentu juga dianggap menjadi pimpinan, menjadi panutan, sebaiknya kita memberikan contoh nan baik pada masyarakat,” tutur Doli.

“Selesaikan semua masalah dengan kepala dingin, dengan perbincangan penuh dengan objektivitas dan rasional. Tidak emosional ya, sehingga memang ada solusi-solusi nan pasti muncul lantaran situasi masyarakat kita saat ini sedang tidak baik-baik saja,” sambungnya.

Bentrokan antarpendukung dua personil DPRD Riau pecah usai rapat Banggar berbareng TAPD, memicu tindakan saling pukul dan lempar peralatan di area gedung dewan, Kamis (16/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Ia menambahkan, masyarakat saat ini berambisi para pemimpin bisa memberikan solusi atas beragam persoalan, bukan justru menambah bentrok akibat masalah pribadi di antara sesama wakil rakyat.

“Mereka berambisi semua ketua kita ini bisa membimbing dan membina mereka untuk bisa keluar dari masalah. Jadi jangan buat masalah baru apalagi masalah itu urusan bentrok individual di antara sesama kita wakil rakyat,” kata Doli.

Sebelumnya, suasana Gedung DPRD Provinsi Riau nan biasanya kondusif mendadak ricuh pada Kamis (16/7/2026) siang. Bentrokan antarpendukung dua personil DPRD Riau pecah usai rapat Badan Anggaran (Banggar) berbareng Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Aksi saling pukul hingga pelemparan peralatan terjadi di ruang rapat dan lobi Gedung DPRD Riau.

Kericuhan diduga dipicu perselisihan antara Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet nan sama-sama berasal dari Fraksi Partai Golkar.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, ketegangan bermulai saat rapat Banggar nan membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD Riau Tahun Anggaran 2025 berjalan sejak pagi.

Dalam rapat tersebut, Indra Gunawan Eet menyampaikan tanggapan nan menyinggung dugaan keterlibatan ketua DPRD Riau dalam pergeseran APBD Riau 2025. Pernyataan itu memicu interupsi dari Parisman Ihwan nan merasa namanya disinggung.

“Saat Eet menyampaikan tanggapan, langsung diinterupsi Parisman Ihwan nan merasa namanya disebut terlibat dalam pergeseran anggaran dan mau meluruskan,” ujar salah seorang sumber nan berada di ruang rapat.

Perdebatan keduanya semakin memanas. Mereka disebut saling menunjuk, meninggikan suara, menepuk meja, apalagi saling menantang berduel. Anggota Banggar lainnya kemudian melerai sehingga bentrok bentuk sukses dicegah.

Karena situasi tidak lagi kondusif, ketua rapat memutuskan menskors jalannya rapat. Setelah rapat dilanjutkan dan berhujung sekitar pukul 14.30 WIB, situasi kembali memanas.

Perdebatan kedua legislator kembali terjadi dan dengan sigap memicu bentrok antarpendukung.

Aksi saling pukul, saling maki, hingga pelemparan peralatan pun tak terhindarkan. Sejumlah barang, termasuk asbak nan berada di ruang rapat, dilaporkan sempat dilempar saat bentrok berlangsung.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan