Goldman Sachs Turunkan Rating, IHSG Pekan Depan Berpotensi Makin Tertekan

Sedang Trending 8 bulan yang lalu

Goldman Sachs Turunkan Rating, IHSG Pekan Depan Berpotensi Makin Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan ke level 8.329,606. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan ke level 8.329,606 pada pekan ini. IHSG pun turun 6,94% dari posisi 8.951,010 pada pekan lalu.

Menurut Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, tekanan terhadap IHSG bakal bersambung pada perdagangan pekan depan. Sebab, sentimen bakal berasal dari hasil rilis analis Goldman Sachs Group Inc., nan memangkas ranking saham Indonesia menjadi underweight. Keputusan ini buntut dari hasil MSCI nan menilai pasar saham Indonesia tetap kurang transparan.

"Perdagangan saham hari Senin kemungkinan IHSG di-suspend kembali lantaran turun 8 persen akibat Goldman Sachs menurunkan rating saham Indonesia menjadi underweight," ujarnya melalui pernyataan tertulis, Sabtu (31/1/2026).

Ibrahim menyebut sentimen ini bakal membikin biaya asing nan ditempatkan di pasar saham RI kembali ditarik oleh para investor. Sehingga proyeksinya, koreksi terhadap IHSG bakal bersambung pada pekan depan.

"Sama seperti MSCI, tinggal tunggu JP Morgan saja. Diperkirakan penanammodal asing bakal melakukan tindakan jual," tambahnya.

Sekedar info tambahan, penurunan ranking saham Indonesia oleh Goldman Sachs merupakan buntut kekhawatiran MSCI nan bakal menurunkan pengelompokkan pasar modal dari emerging market menjadi frontier market. Hal ini memicu biaya asing keluar lebih dari USD 13 miliar alias setara Rp217 triliun.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑