Gojek & Grab Pangkas Potongan Layanan Aplikasi Ojol Jadi 8% per 1 Juli 2026

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Aplikasi GOJEK dan Grab. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab Indonesia bakal mulai menerapkan potongan aplikasi sebesar maksimal 8 persen dari semula 20 persen untuk jasa transportasi penumpang roda dua alias ojek online (ojol). Kebijakan ini bakal efektif bertindak mulai 1 Juli 2026.

Wakil Direktur Utama sekaligus Deputi CEO GoTo, Catherine Hindra Sutjahyo, mengatakan perusahaan bakal mulai menerapkan potongan aplikasi sebesar 8 persen untuk jasa GoRide sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi serta corak kepatuhan terhadap pengarahan Presiden Prabowo Subianto.

“Mulai 1 Juli 2026, Gojek bakal mengimplementasikan potongan aplikasi sebesar 8 persen untuk jasa transportasi penumpang ojek online roda dua alias GoRide. Hal ini merupakan upaya kami untuk terus meningkatkan kesejahteraan para Mitra Pengemudi ojek online,” ucap Catherine melalui keterangan tertulis, Rabu (24/6).

Catherine mengakui penerapan skema bagi hasil tersebut tidak mudah dan berpotensi menimbulkan tantangan bagi lini upaya transportasi roda dua. Karena itu, penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan beragam aspek nan saling berkaitan, mulai dari menjaga kesempatan pendapatan mitra pengemudi, memastikan tarif jasa tetap terjangkau bagi pelanggan, hingga mempertahankan keberlanjutan ekosistem usaha.

Presiden Gojek, Catherine Hindra Sutjahyo usai aktivitas Mitra Juara Gojek & GoPay (MJG), di GBK, Jakarta, Sabtu (14/6/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Ke depan, Gojek menyatakan bakal terus berkoordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk memastikan penerapan kebijakan melangkah efektif serta memberikan faedah bagi mitra pengemudi maupun keberlanjutan ekosistem secara keseluruhan.

Sementara itu, Grab Indonesia menegaskan penerapan kebijakan ini bakal dilakukan dengan tetap menjaga keseimbangan antara perlindungan mitra pengemudi, keterjangkauan jasa bagi konsumen, dan keberlanjutan ekosistem transportasi online di Indonesia.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengakui penerapan kebijakan tersebut bukan perihal nan mudah. Oleh lantaran itu, perusahaan bakal melakukan sejumlah penyesuaian dengan mempertimbangkan beragam aspek agar jasa tetap terjangkau bagi masyarakat, keberlangsungan ekosistem tetap terjaga, dan kesempatan pendapatan mitra pengemudi tidak terganggu.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenandi, dalam konvensi pers Program Grab untuk Indonesia di Hutan Kota Pelataran, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

“Komitmen untuk menjaga keseimbangan tersebut sejalan dengan perjalanan Grab nan selama lebih dari satu dasawarsa telah menjadi bagian dari keseharian jutaan masyarakat Indonesia,” tutur Neneng dalam keterangannya.

Grab mencatat, kontribusinya terhadap sekitar 50 persen industri ride-hailing dan jasa pengantaran online, dukungannya dalam menciptakan 4,6 juta kesempatan kerja melalui digitalisasi UMKM, serta penyediaan program Grab untuk Indonesia senilai lebih dari Rp 100 miliar bagi mitra pengemudi.

“Ke depan, Grab bakal senantiasa memperkuat komitmennya untuk Indonesia dan terus berkontribusi dalam membangun jasa transportasi online nasional nan inklusif, andal, serta berfaedah bagi masyarakat,” sebut Neneng.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan