Anggota DPR RI Rachmat Gobel mendorong Bank Mandiri dan BNI di Gorontalo untuk memberikan angsuran bagi sektor perhotelan dan UMKM guna menopang pariwisata daerah.(Dokpri)
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari wilayah pemilihan Provinsi Gorontalo, Rachmat Gobel, membujuk bank-bank BUMN di Gorontalo untuk menopang ekosistem pariwisata di Gorontalo.
"Misalnya dengan memberikan angsuran bagi pengusaha nan mempunyai upaya hotel alias restoran," katanya, Senin, 15 Juni 2026. Hal itu dia sampaikan saat mengunjungi Bank Mandiri dan Bank BNI di Gorontalo.
Pertama, dia menemui kepala bagian Bank Mandiri Gorontalo, Warham Syahrani. Kedua, dia menemui kepala bagian Bank BNI Gorontalo, Susilawati Buchari.
Pada kesempatan itu, di instansi masing-masing bank tersebut, mereka menyampaikan keahlian perusahaan. Sedangkan Rachmat Gobel memaparkan program-program dirinya selaku personil DPR RI.
Di Kabupaten Bone Bolango, Gobel menata dan membangun akomodasi di Danau Perintis. Ia membangun beragam wahana dan prasarana sehingga waduk nan semula sunyi dan tak terawat kemudian menjadi salah satu destinasi pariwisata nan sangat digemari masyarakat.
Tumbuh beragam upaya UMKM, termasuk hadirnya tiga restoran dan kafe di pinggir danau. "Saya nan menata dan membangun serta merawatnya, tapi semua pendapatan masuk menjadi pendapatan daerah. Kini menjadi salah satu pendapatan original wilayah terbesar di Bone Bolango," katanya.
Gobel juga menata dan mengembangkan Menara Pakaya dan kawasannya. Pada 2018, dia memasang lampu di menara nan dibangun Ahmad Pakaya saat menjabat bupati di Kabupaten Gorontalo tersebut.
Dengan demikian, menara ini menjadi salah satu dari tiga menara di bumi nan diberi lampu. Dua lainnya adalah Menara Eiffel dan Menara Tokyo.
Selain itu, di bagian bawah menara tersebut juga dirias menjadi menjadi lebih bagus. Akibatnya, tumbuh beragam aktivitas ekonomi. Kini, pada 2026, dia memperbaiki lampu-lampu tersebut agar lebih baik.
Selain itu juga diberi riasan relief logam nan membikin menara lebih megah. Dua lantai menara tersebut juga bakal dibangun kafe dan diorama.
Sedangkan di lapangan di sebelah menara, dia memasang videotron berbentuk bola dengan diameter 3 meter dan ditopang kaki setinggi 2-3 meter. "Kawasan ini bakal menjadi ramai lagi," katanya.
Selain dua lokasi wisata itu, Gobel juga membangun lokasi wisata Pantai Tamendao, area air panas Pentadio, permukiman suku Bajo di Torosiaje, dan desa agrowisata. Ia juga melakukan beragam penghijauan dengan menanam bambu, kakao, dan bakau. Penghijauan ini dilakukan untuk mengurangi emisi gas CO2 dan mengurangi pemanasan global.
"Tumbuhnya area pariwisata dan lokasi wisata di Gorontalo memerlukan prasarana penopang, seperti penginapan serta restoran, kafe, rumah makan maupun upaya oleh-oleh. Soal penginapan ini misalnya perlu ada hotel kelas melati tapi dengan rasa hotel bintang tiga," kata Gobel.
Hal ini, katanya, tumbuh di daerah-daerah pariwisata seperti di Yogyakarta. Di sekitar Menarap Pakaya, katanya, kudu dikembangkan hotel melati semacam itu.
Tumbuhnya hotel kelas melati ini, kata Gobel, juga menjadi kejadian lazim di daerah-daerah wisata di Eropa, Turki, Jepang, dan lain-lain. "Ini juga sekaligus mendorong pemerataan ekonomi serta memberikan akses nan sepadan untuk beragam lapisan masyarakat," katanya.
Dengan mendukung ekosistem pendukung pariwisata, kata Gobel, bank-bank BUMN di Gorontalo bisa ikut menciptakan percepatan ekonomi di Gorontalo. "Kita butuh saling sinergi dan kerja sama," katanya. (RO/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·