PERSAINGAN di arena catur bergengsi Japfa FIDE Rated 2026 semakin memanas. Memasuki babak kelima nan berjalan di Jakarta pada Minggu (24/5), Grandmaster (GM) Novendra Priasmoro sukses merebut posisi puncak klasemen kategori Open. Kemenangan krusial atas Stevanky menjadi kunci bagi pecatur jagoan Indonesia ini untuk memperkokoh posisinya di jejeran elit turnamen.
Novendra, nan mempunyai elo rating 2408, sekarang mengoleksi total 4,5 poin hasil dari empat kemenangan dan satu kali remis. Namun, posisi puncak ini tidak ditempati sendirian. Ia kudu berbagi tempat dengan IM Muhamad Lutfi Ali nan juga mencatatkan poin serupa, menandakan persaingan menuju gelar juara bakal berjalan sangat sengit hingga babak akhir.
Duel Alot dan Manajemen Waktu
Kemenangan Novendra di babak kelima tidak diraih dengan mudah. Menghadapi Stevanky, Novendra mengakui bahwa lawannya tampil sangat garang dan bisa menciptakan situasi papan nan dinamis. Ketegangan memuncak ketika waktu di jam catur hanya menyisakan tiga menit terakhir.
"Pertandingannya alot, dia bagus mainnya. Sempat bolak-balik posisinya, apalagi nyaris remis tadi lantaran sisa waktu tinggal tiga menit terakhir," ungkap Novendra usai pertandingan. Meski berada di bawah tekanan waktu, kematangan mental sebagai Grandmaster terbukti bisa membawanya keluar sebagai pemenang.
Ancaman Pecatur Muda dan Rivalitas Klasik
Di babak keenam, Novendra dijadwalkan bakal berjumpa dengan rival lamanya, IM Lutfi Ali. Pertemuan ini diprediksi menjadi laga panas yang bakal menentukan siapa nan berkuasa memimpin klasemen sendirian. Di sisi lain, pecatur muda IM Satria Duta Cahaya mulai merangsek ke papan atas. Duta sekarang menempati posisi keempat dengan 4 poin setelah menumbangkan Gelar Sagara Dwitama.
Duta menyatakan ambisinya untuk tetap bersaing di jalur juara alias setidaknya meningkatkan elo rating internasionalnya melalui turnamen ini. Semangat para pecatur muda ini memberikan warna tersendiri bagi regenerasi catur di tanah air.
Kategori Challenger: Abraham Raja Ferdinand dan Sudung Tampubolon tampil impresif dengan menyapu bersih lima ronde awal dengan poin sempurna. Keduanya menjadi kandidat terkuat untuk menjuarai kategori ini.
Inklusivitas: Catur untuk Semua
Salah satu aspek paling menarik dalam Japfa FIDE Rated 2026 adalah semangat inklusivitas nan diusung. Turnamen ini melibatkan 12 atlet Para Chess (disabilitas), termasuk tiga pecatur tunanetra. Mereka tidak bertanding di kategori khusus, melainkan bersaing langsung dengan pecatur umum di kategori Open maupun Challenger sesuai dengan elo rating masing-masing.
VP-Head of Social Investment Japfa, R Artsanti Alif, menegaskan bahwa kehadiran atlet disabilitas merupakan corak apresiasi terhadap talenta tanpa batas. "Ke depan harapannya, kejuaraan nan dilaksanakan oleh Japfa berbareng Percasi semakin menjadi sebuah turnamen nan inklusif dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapapun terlepas dari kondisi fisiknya," ujarnya. (I-2)
Klasemen Sementara Babak 5 (Kategori Open)
| 1-2 | GM Novendra Priasmoro | 4,5 |
| 1-2 | IM Muhamad Lutfi Ali | 4,5 |
| 4 | IM Satria Duta Cahaya | 4,0 |
English (US) ·
Indonesian (ID) ·