Gibran Kecam Pencabulan Santriwati di Pati, Minta Pelaku Ditindak Tegas

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengikuti sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/10/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengecam dugaan pencabulan nan dilakukan Asyhari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, di Kabupaten Pati. Ia menilai perbuatan tersebut tak dapat ditoleransi dan pelakunya kudu ditindak tegas.

"Saya mengecam keras kejadian pelecehan terhadap santriwati nan terjadi di Pati. Tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi. Proses norma bakal dilakukan secara tegas, transparan, dan berkeadilan," kata Gibran dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/5).

Gibran menambahkan, pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah memprioritaskan aspek perlindungan anak.

"Sekolah maupun pesantren kudu menjadi tempat nan kondusif dan nyaman bagi anak-anak," ujarnya.

Perwakilan massa saat melakukan orasi dalam demontrasi di depan Ponpes Ndolo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Sabtu (2/5/2026). Foto: kumparan

Dia berharap, pengawasan serta pelindungan para siswa bisa lebih diperkuat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"Saya juga telah meminta agar pendampingan psikologis dan trauma healing diberikan secara intensif kepada para korban," tambahnya.

Adapun dugaan pencabulan ini sudah terjadi berulang sejak 2024 hingga 2026. Kini, polisi telah menetapkan Asyhari sebagai tersangka dugaan pencabulan. Namun, dia hingga sekarang belum ditahan.

Berdasarkan keterangan pengacara korban, Ali Yusron, para santriwati itu diancam oleh pelaku. Salah satunya dengan meminta korban menemani pelaku tidur saat malam hari. Jika menolak, dia menakut-nakuti mengeluarkan korban dari pondok pesantren.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan