Gibran Janji Benahi Tata Kelola MBG dan Kopdes Merah Putih

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka menegaskan, kepintaran buatan (Artificial Intelligence/AI) bukan lagi teknologi masa depan, melainkan bagian dari kehidupan saat ini nan kudu dikuasai oleh generasi muda Indonesia.

Menurut dia, perkembangan teknologi berjalan sangat cepat. Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak membicarakan literasi baca tulis, sekarang tantangan nan dihadapi adalah literasi digital dengan AI sebagai salah satu puncak transformasinya.

"AI bukan lagi masa depan, AI adalah hari ini. Kita tidak bisa lagi menutup mata alias sekadar menjadi penonton. Kita kudu menjadi pemain, kita kudu menjadi penguasa teknologi tersebut," ujar Gibran seperti dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Wakil Presiden, Rabu (17/6/2026).

Dia pun membujuk para pelajar untuk memanfaatkan AI sebagai perangkat nan membantu proses belajar, bukan sebagai sarana nan membikin mereka menjadi malas berpikir.

Sebab, kata Gibran, teknologi AI dapat berfaedah layaknya asisten pribadi nan membantu mencari informasi, mempelajari bahasa asing, hingga memahami konsep dan rumus nan rumit dengan langkah nan lebih sederhana.

Meski demikian, Gibran mengingatkan, penguasaan teknologi tidak boleh menghilangkan keahlian berpikir kritis. AI kudu dimanfaatkan untuk mendorong produktivitas dan produktivitas, bukan menggantikan keahlian berpikir manusia.

Gibran juga menyoroti semakin banyaknya teknologi AI nan berkarakter open source dan dapat diakses secara bebas oleh masyarakat. Kondisi tersebut dinilai menjadi kesempatan besar bagi talenta-talenta muda Indonesia untuk berkembang dan berinovasi.

"Ini kesempatan emas bagi talenta berbakat Indonesia. Di tangan nan menguasai teknologi, Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar impian, tetapi sebuah kepastian," ucap dia.

Selain kepada pelajar, Gibran turut memberikan perhatian kepada para pembimbing dan orang tua dalam menghadapi era kepintaran buatan. Ia memahami tetap adanya kekhawatiran mengenai perkembangan teknologi nan berjalan begitu cepat, namun dia meminta para pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi diri.

Gibran percaya, pembimbing nan bisa memanfaatkan AI bakal mempunyai keahlian lebih dalam mendukung proses pembelajaran. Teknologi tersebut dapat membantu pekerjaan administratif, penyusunan soal, penyederhanaan materi pelajaran, hingga penyajian contoh-contoh nan lebih mudah dipahami oleh peserta didik.

"Dengan demikian, pembimbing dapat mempunyai lebih banyak waktu untuk memberikan perhatian pada aspek pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan kepada siswa," kata dia.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑