Geopolitik Memanas, Gaikindo Soroti Kenaikan Biaya Produksi Industri Otomotif

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara (kedua kanan) saat ditemui di Kampus UI Salemba Jakarta, Jumat (7/11/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyoroti akibat perang AS-Israel dengan Iran terhadap industri otomotif.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan perang di Timur Tengah berpotensi mengganggu rantai pasok global, termasuk pengedaran bahan baku industri otomotif hingga biaya logistik.

“Dengan situasi nan sudah cukup volatile saat ini, nilai bahan baku naik lantaran adanya perang. Saat ini memang itu ditengarai sebagai potensi masalah. Kemudian logistiknya juga bakal lebih lama dan sebagainya,” kata Kukuh dalam obrolan Forum Wartawan Industri mengenai Lonjakan Harga Minyak Dunia, Momentum Menggenjot Adopsi EV di Kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (22/4).

Deretan unit mobil terparkir di pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (18/6/2025). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Dia juga menyoroti tertekannya nilai tukar rupiah akibat gejolak geopolitik. Meski demikian, Kukuh menilai kondisi seperti ini bukan perihal baru bagi industri otomotif nasional. Ia mencontohkan krisis 1998 hingga pandemi COVID-19 pada 2020 nan sempat menekan industri, namun pada akhirnya bisa dilalui dan pulih.

Ia berambisi industri otomotif Indonesia tetap bisa memperkuat di tengah tekanan geopolitik saat ini. Terlebih, beragam upaya efisiensi seperti pengembangan teknologi kendaraan irit daya hingga pemanfaatan bahan bakar pengganti seperti B50 dinilai bisa menjadi salah satu strategi untuk meredam akibat kenaikan biaya.

“Kita sedang berupaya untuk menjadi B50. Ini adalah sasaran nan paling dekat dan mudah-mudahan ini juga menjadi pengganti tersendiri, lantaran mungkin B50 ini nan pertama kali di dunia, dengan hasil nan bagus, ini menjadi salah satu trademark tersendiri buat Indonesia,” tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan