Bangunan gereja di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki mengalami kerusakan akibat dampak gempa magnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Sigi, Rabu (18/6/2026).(Antara)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas kegempaan nan sangat tinggi di Sulawesi Tengah pascabencana gempa bumi magnitudo (M) 6,7 nan terjadi pada Selasa (16/6). Hingga hari ketiga, Kamis (18/6/2026), tercatat sebanyak 782 kali gempa susulan mengguncang wilayah tersebut.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, mengungkapkan bahwa dari ratusan gempa susulan tersebut, kekuatan terbesar tercatat mencapai magnitudo 5,3. Gempa ini merupakan rangkaian dari gempa utama nan berpusat di 42 kilometer arah tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.
Data Terkini Dampak Gempa Sulawesi Tengah (Per 18 Juni 2026):
| Korban Meninggal | 3 Orang (Seluruhnya di Kabupaten Sigi) |
| Luka Berat | 17 Orang |
| Luka Ringan | 91 Orang |
| Warga Terdampak | 6.412 Jiwa (2.109 KK) |
| Total Gempa Susulan | 782 Kali |
Status Tanggap Darurat Ditetapkan
Merespons skala akibat bencana, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) nomor: 300.2.1/199/BPBD-C.ST/2026 mengenai penetapan status tanggap darurat musibah gempa bumi. Status ini bertindak selama 17 hari, terhitung mulai tanggal 7 hingga 23 Juni 2026.
Wilayah nan masuk dalam cakupan status tanggap darurat meliputi:
- Kota Palu
- Kabupaten Sigi
- Kabupaten Parigi Moutong
- Kabupaten Poso
Kabupaten Sigi Jadi Wilayah Terparah
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa Kabupaten Sigi menjadi episentrum akibat terparah. Hingga Kamis pukul 13.51 WIB, tiga korban jiwa nan teridentifikasi seluruhnya berasal dari wilayah administratif Kabupaten Sigi.
Wakil Bupati Sigi, Samuel Pongi, nan juga menjabat sebagai Ketua Satgas Tanggap Darurat Bencana Sigi, menyatakan bahwa pemerintah wilayah telah bergerak sigap sejak hari pertama. "Kami telah mendirikan posko induk, posko kesehatan, maupun dapur umum untuk melayani kebutuhan masyarakat dan mengevakuasi penduduk ke tempat nan aman," jelasnya.
BMKG terus mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh rumor nan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta untuk selalu memantau perkembangan info melalui kanal resmi BMKG maupun pemerintah wilayah setempat guna memastikan keselamatan selama masa tanggap darurat berlangsung. (Ant/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·