Gempa NTT: Muhammadiyah Sampaikan Duka Cita, Ajak Perkuat Solidaritas

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Tim penyelamat memeriksa sebuah gedung nan rusak parah di Pelabuhan L. Say usai gempa 7,7 magnitudo di Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Stringer/REUTERS

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita mendalam atas musibah gempa bumi nan melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 47 orang meninggal bumi akibat gempa nan terjadi pada Sabtu (15/8)

“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan seluruh family besar Muhammadiyah, kami menyampaikan duka cita nan mendalam atas musibah gempa bumi nan menimpa saudara-saudara kita di Flores, Nusa Tenggara Timur," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam keterangannya dikutip Minggu (16/8).

"Semoga saudara-saudara nan meninggal mendapat tempat terbaik di sisi Allah, serta memberikan kekuatan dan ketabahan kepada family nan ditinggalkan,” tambahnya.

Haedar juga mendoakan agar penduduk nan terdampak diberikan keselamatan, kesehatan, dan kekuatan dalam menghadapi situasi darurat. Ia membujuk seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama membantu penduduk nan sedang menghadapi musibah.

“Musibah ini merupakan duka kita bersama. Karena itu, seluruh komponen bangsa perlu berdampingan tangan, memberikan pertolongan terbaik kepada masyarakat nan terdampak, terutama mereka nan kehilangan personil keluarga, tempat tinggal, dan sumber penghidupan,” tuturnya.

Muhammadiyah, kata Haedar, melalui jaringan kebencanaannya terus melakukan respons kemanusiaan di wilayah terdampak.

“Jaringan Muhammadiyah melalui MDMC dan Lazismu bakal terus datang membantu masyarakat. Kehadiran itu merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk menolong sesama,” kata Haedar.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Foto: Youtube/Muhammadiyah Channel

MDMC telah mengaktifkan Pos Koordinasi Wilayah (Poskorwil) di Ende, NTT, sebagai bagian dari respons awal terhadap gempa bumi nan melanda wilayah Flores.

Pengaktifan Poskorwil tersebut menjadi langkah awal Muhammadiyah untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak dapat dipantau secara berkala, sekaligus memastikan kebutuhan kemanusiaan di lapangan dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara terkoordinasi.

Haedar mengapresiasi mobilitas sigap para relawan Muhammadiyah nan berada di wilayah terdampak serta membujuk seluruh jaringan Muhammadiyah untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan.

“Semoga para relawan, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak nan terlibat dalam penanganan musibah diberikan kekuatan dan kemudahan. Kita berambisi proses evakuasi, pencarian, pelayanan kepada pengungsi, dan pemulihan masyarakat dapat melangkah dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Haedar juga membujuk masyarakat luas untuk memberikan support kepada penduduk Flores, baik melalui doa, support kemanusiaan, maupun support lain nan dibutuhkan dalam masa tanggap darurat.

“Dalam menghadapi bencana, kita kudu memperkuat solidaritas dan gotong royong. Semoga dari musibah ini lahir kekuatan kemanusiaan nan membantu saudara-saudara kita untuk bangkit dan kembali menata kehidupan,” pungkas Haedar.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan