Gempa NTT, Gus Ipul: Keselamatan dan Kebutuhan Warga Jadi Prioritas

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan Kemensos bergerak sigap menangani akibat gempa magnitudo 7,7 di NTT dengan mengerahkan Tagana, menyiapkan pengungsian, serta menyalurkan support logistik awal Rp4,52 miliar, Sabtu (15/8/2026). Foto: Kemensos RI

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan Kementerian Sosial terus bergerak menangani akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 nan mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.

Kemensos telah mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB), sekaligus menggerakkan support logistik dari Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, serta Gudang Pusat Kemensos di Bekasi.

“Sejak info gempa kami terima, jejeran Kemensos langsung berkoordinasi dengan pemerintah wilayah dan unsur penanganan musibah di lapangan. Fokus utama sekarang adalah pengamanan dan perlindungan penduduk terdampak, memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, serta mempercepat pendataan korban,” kata Gus Ipul, Sabtu.

Berdasarkan laporan sementara nan diterima Kemensos hingga pukul 15.40 WIB, gempa berakibat pada sejumlah wilayah, terutama Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende. Sekitar 2.000 jiwa dilaporkan terdampak, sementara jumlah pengungsi tetap dalam proses pendataan.

Data sementara juga mencatat 38 orang meninggal dunia, enam orang mengalami luka-luka, serta dua orang dilaporkan tertimbun. Gus Ipul menegaskan nomor tersebut tetap terus diverifikasi berbareng pemerintah wilayah dan lembaga terkait.

“Saya sudah minta seluruh jejeran di lapangan bekerja cepat, tetapi tetap memastikan datanya akurat. Prioritas pertama tentu korban nan memerlukan pertolongan, kemudian pengungsi, golongan rentan, serta family nan kehilangan tempat tinggal,” ujarnya.

Sejumlah titik pengungsian sementara telah disiapkan, antara lain di Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng. Tim campuran juga terus melakukan asesmen terhadap kerusakan rumah, akomodasi umum, serta kebutuhan mendesak masyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, Kemensos telah menggerakkan support logistik dengan nilai keseluruhan sekitar Rp4,52 miliar.

Dari Sentra Efata Kupang, support senilai lebih dari Rp1,01 miliar digerakkan menuju Kabupaten Nagekeo. Bantuan tersebut antara lain berupa velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang dewasa, tenda keluarga, makanan anak, tenda serbaguna, dan kids ware.

Selain itu, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT menggerakkan support senilai sekitar Rp541,6 juta menuju Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur berupa tenda keluarga, velbed, kasur, dan tenda serbaguna.

Kemensos juga menambah pasokan dari Gudang Pusat Bekasi. Dua pengiriman dengan total nilai sekitar Rp2,96 miliar tengah disiapkan menuju Dinas Sosial Provinsi NTT dan Sentra Efata Kupang.

Bantuan tambahan tersebut mencakup 6.000 paket makanan siap saji, tenda family dan tenda serbaguna, kasur, selimut, makanan anak, sandang anak dan dewasa, shower kit, serta dua set dapur umum lapangan.

“Logistik nan tersedia di wilayah langsung kita aktivitas agar masyarakat tidak menunggu. Pada saat nan sama, stok dari pusat juga kita sorong untuk memperkuat kebutuhan beberapa hari ke depan. Jangan sampai penduduk terdampak kekurangan makanan, tempat berlindung, maupun kebutuhan dasar lainnya,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul juga meminta Tagana berbareng pemerintah wilayah terus melakukan asesmen dan membantu evakuasi, pendirian tenda darurat, pelayanan pengungsian, hingga pengoperasian dapur umum sesuai kebutuhan di lapangan.

Khusus korban meninggal dunia, Kemensos tengah melakukan verifikasi dan pengesahan berbareng pemerintah daerah. Setelah info dinyatakan lengkap, Kemensos bakal menyalurkan santunan kepada mahir waris sesuai ketentuan nan berlaku.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan Kemensos bergerak sigap menangani akibat gempa magnitudo 7,7 di NTT dengan mengerahkan Tagana, menyiapkan pengungsian, serta menyalurkan support logistik awal Rp4,52 miliar, Sabtu (15/8/2026). Foto: Kemensos RI

“Untuk family nan kehilangan personil keluarganya, kami menyampaikan duka cita nan mendalam. Kemensos bakal memastikan hak-hak korban ditangani sesuai ketentuan. Tim saat ini sedang melakukan verifikasi dan pengesahan agar penyalurannya dapat segera dilakukan,” ujar Gus Ipul.

Ia mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan, menjauhi gedung nan mengalami kerusakan alias retak, serta mengikuti info resmi pemerintah dan BMKG.

“Yang paling krusial sekarang keselamatan. Jangan masuk ke gedung nan kondisinya belum dipastikan aman. Ikuti pengarahan petugas dan info resmi. Kemensos berbareng pemerintah wilayah dan seluruh unsur mengenai bakal terus berada di lapangan mendampingi masyarakat sampai situasi betul-betul tertangani,” kata Gus Ipul.

Gempa terjadi pada Sabtu pukul 04.58 WIB alias 05.58 WITA dengan episenter di laut sekitar 30–38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Peringatan awal tsunami sempat dikeluarkan dan kemudian diakhiri setelah ancaman dinyatakan berlalu.

Hingga Sabtu sore, proses pendataan korban, pengungsi, serta kerusakan tetap berlangsung. Data nan dihimpun Kemensos berkarakter sementara dan bakal terus diperbarui berasas hasil verifikasi lapangan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan