Jakarta -
Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, dan sekitarnya hari ini, Sabtu (12/9/2026) pukul 04.23 WIB. BMKG telah memutakhirkan kekuatan gempa nan semula dilaporkan magnitudo (M) 5,9 menjadi M 6,5.
Gempa berkedalaman 368 kilometer itu dirasakan hingga Sumatera Barat dan Jawa Timur. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Guncangan juga sempat berakibat pada operasional KRL Jabodetabek nan dihentikan sementara untuk pemeriksaan jalur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekuatan dan Pusat Gempa
Berdasarkan pemutakhiran BMKG, episenter gempa M 6,5 berada di laut, sekitar 69 km timur laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Episenter gempa berapa di titik koordinat pada 5,24 derajat Lintang Selatan dan 106,78 derajat Bujur Timur.
Gempa tergolong dalam dengan kedalaman hiposenter 368 km. Berdasarkan hasil pemodelan tsunami, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 05.00 WIB, BMKG juga belum merekam adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
Peta Guncangan Gempa Kepulauan Seribu 12 September 2026 (Foto: Dok. BMKG)
Jenis dan Penyebab Gempa
BMKG menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab. Analisis sistem sumber menunjukkan pergerakan geser turun (oblique normal).
"Dengan memperhatikan letak episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi nan terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab," ujar Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto.
Gempa intraslab terjadi akibat pecahnya batuan pada slab lempeng subduksi nan menunjam ke bawah akibat tegangan tarik. Jenis gempa ini mempunyai karakter pancaran guncangan (groundmotion) nan dapat lebih kuat dan menjangkau wilayah nan luas.
Wilayah nan Merasakan Gempa
Berdasarkan perkiraan peta tingkat guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
- IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan tembok berbunyi.) di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur dan Tanggamus
- III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.) di Tangerang, Tanjung Priok, Kec. Nagrak, Kec. Kalapanunggal dan Cilacap
- II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.) di Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kab. Malang, Kota Bengkulu, Sumur , Padang, Mentawai, Pariaman dan Solok Selatan
- II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan nan digantung bergoyang.) di Lemong, Semaka, Bengkunat
Perjalanan KRL Sempat Dihentikan
Imbas gempa, perjalanan KRL Jabodetabek sempat dihentikan sementara. "Perjalanan Commuter Line diberhentikan sementara waktu guna pengecekan jalur terlebih dulu secara menyeluruh," tulis akun resmi KAI Commuter Line.
Pemeriksaan selesai pukul 05.26 WIB untuk lintas Bogor, Cikarang, Rangkasbitung, dan Tanjung Priok, serta pukul 05.45 WIB untuk lintas Tangerang. Kini, seluruh perjalanan KRL Jabodetabek sudah kembali beraksi normal.
Imbauan Keselamatan Warga
BMKG hingga BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak terpengaruh info nan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta menghindari gedung nan retak alias rusak akibat gempa.
Saat terjadi guncangan, masyarakat dapat berlindung di bawah meja nan kokoh dan melindungi kepala. Setelah guncangan berhenti, keluar dari gedung secara tertib menggunakan tangga dan menghindari lift. Informasi terbaru juga dapat dipantau melalui saluran resmi BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah.
(wia/zap)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·