
Tim penyelamat mencari korban di antara puing gedung nan hancur akibat gempa di Venezuela.
CARACAS - Misi pengamanan besar-besaran untuk mencari para korban selamat terus bersambung setelah gempa bumi luar biasa mengguncang Venezuela. Setidaknya 920 orang dilaporkan tewas dan nyaris 50.000 lainnya tetap lenyap akibat gempa bumi berkekuatan M7,2 dan M7,5 nan mengguncang negara itu pada Kamis (25/6/2026).
Gempa dobel langka nan terjadi dalam selang waktu 39 detik ini merupakan nan terkuat sejak tahun 1900, menurut Survei Geologi AS (USGS). Organisasi tersebut juga memperkirakan lebih dari 10.000 kematian.
Video-video menunjukkan orang-orang nan ketakutan melarikan diri dari wilayah nan berguncang hebat, sementara bangunan-bangunan hancur menjadi puing-puing. Ribuan orang kehilangan tempat tinggal akibat musibah ini.
Presiden Sementara Delcy Rodriguez mengatakan La Guaira, negara bagian pesisir nan berbatasan dengan Caracas, adalah 'zona bencana'. Orang-orang telah menggali reruntuhan dengan tangan kosong sementara tim-tim penolong telah membawa air, makanan, dan obat-obatan melintasi jalan raya Caracas-La Guaira.
Bandara Caracas tidak beraksi setelah mengalami kerusakan, sementara pasokan listrik di beragam wilayah juga langka.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·