Geledah di Jatim dan Jateng, KPK Cari Bukti TPPU Kasus Suap Pajak Banjarmasin

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

KPK menggeledah sejumlah letak di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur mengenai kasus korupsi pengajuan pajak di Kantor Pajak Pratama (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Penggeledahan dilakukan untuk menelusuri dugaan tindak pidana pencucian duit (TPPU) dalam pengembangan perkara ini.

Jubir KPK Budi Prasetyo menjelaskan, pengembangan investigasi ini dilakukan usai interogator menemukan dugaan ada penerimaan-penerimaan lain nan terima oleh pihak penyelenggara negara di lingkungan KPP Madya Banjarmasin nan berangkaian dengan proses-proses perpajakan oleh wajib pajak di sana.

"Penyidik kemudian memerlukan perangkat bukti tambahan untuk nantinya menetapkan pihak-pihak sebagai tersangka," kata Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi menyebut, penggeledahan ini menjadi upaya pencarian perangkat bukti. Penyidik menemukan sejumlah peralatan diduga mengenai dengan dugaan penerimaan lainnya nan sedang dikembangkan.

"Dan nan di Malang, ini rumah salah satu pegawai pajak nan merupakan pemeriksa. Di mana dalam penggeledahan tersebut, ditemukan diantaranya emas ya sebesar 1,3 kilogram dan juga duit tunai senilai Rp 100 juta," ujar Budi.

"Aset-aset itu diduga mengenai dengan investigasi nan sedang dilakukan, sehingga atas aset-aset itu kemudian dilakukan penyitaan," lanjutnya.

Dia menerangkan, interogator langsung melakukan penjelasan terhadap sejumlah pihak usai memperoleh temuan dalam penggeledahan nan dilakukan. Proses penjelasan dilakukan di Polres Surakarta dan di Polrestabes Surabaya.

"Saat ini kan tetap berjalan pemeriksaannya. Nanti kami bakal pembaruan kembali hasil dari pemeriksaan-pemeriksaan tersebut," ungkap Budi.

"Penyidik menduga ada upaya-upaya pengubahan corak atas duit ataupun aset-aset nan diduga diterima oleh para penyelenggara negara dan ASN di lingkup KPP Madya Banjarmasin ini," sambungnya.

Diketahui, KPK melakukan penggeledahan di salah satu rumah pemeriksa pajak di Malang, Jawa Timur. Penggeladahan ini mengenai pengembangan perkara korupsi pengajuan pajak di Kantor Pajak Pratama (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Jubir KPK Budi Prasetyo menjelaskan penggeledahan dilakukan pekan ini pada Selasa dan Rabu, 11-12 Agustus 2026.

"Penyidik juga mengamankan peralatan bukti di rumah pemeriksa pajak di Malang, dalam corak logam mulia emas seberat 1,3 kg dan duit tunai senilai Rp 100 juta," kata Budi.

Selain menggeledah rumah pemeriksa pajak, interogator melakukan penggeledahan di Kanwil Pajak Surakarta. Kemudian beberapa letak lainnya di Klaten, Jombang, Surabaya, dan Malang.

Sebelumnya KPK juga telah melakukan penggeledahan di letak lain dalam perkara ini. Di antaranya di Bandung dan Tangerang. Untuk di Bandung, KPK menyita peralatan bukti duit tunai USD 110 ribu.

Sedangkan penggeledahan di Tangerang dilakukan hari ini dan mengamankan duit USD 40 ribu. Dua letak nan digeledah adalah rumah pegawai Ditjen Pajak.

Diketahui, KPK melakukan pengembangan investigasi dalam kasus ini. KPK mengatakan ada tiga surat perintah investigasi (sprindik) baru nan dikeluarkan di kasus tersebut.

Sprindik pertama perihal pemberian kepada pejabat negara. Sprindik selanjutnya mengenai dengan penerimaan dan nan terakhir tentang tindak pidana pencucian duit (TPPU).

Kasus suap restitusi pajak ini berasal dari PT Buana Karya Bhakti mengusulkan permohonan restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) lebih bayar tahun pajak 2024 ke KPP Madya Banjarmasin. Dari hasil pemeriksaan, nilai lebih bayar awal sebesar Rp 49,47 miliar dengan koreksi Rp 1,14 miliar sehingga restitusi menjadi Rp 48,3 miliar.

KPK telah menetapkan mantan Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Madya Banjarmasin Mulyono sebagai tersangka. Mulyono ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu (4/2).

Selain Mulyono, KPK menetapkan dua orang tersangka lain, yaitu:

1. Dian Jaya Demega (DJD) selaku fiskus nan menjadi personil tim pemeriksa dari KPP Madya Banjarmasin
2. Venasisus Jenarus Genggor namalain Venzo (VNZ) selaku Manajer Keuangan PT BKB (Buana Karya Bhakti).

(kuf/ygs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News