Geger Tanker Iran Bobol Blokade Hormuz, Terdeteksi di Selat Lombok RI

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah kapal tanker minyak raksasa milik Iran dilaporkan sukses lolos dari blokade ketat angkatan laut Amerika Serikat (AS) nan tengah mengepung wilayah perairan Timur Tengah. Kapal bermuatan jutaan barel minyak mentah tersebut saat ini terdeteksi telah memasuki wilayah perairan Indonesia.

Mengutip laporan Daily Beirut nan merujuk pada situs pencarian kapal TankerTrackers, kapal tanker tersebut membawa muatan minyak senilai US$ 220 juta (Rp 3,79 triliun). Kapal ini sukses mengecoh pengawasan ketat armada tempur AS dan bergerak menuju wilayah Asia Timur.

"Sebuah supertanker VLCC milik National Iranian Oil Company (NITC), nan membawa lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah (diperkirakan senilai US$ 220 juta), sukses menghindari Angkatan Laut AS dan mencapai Timur Jauh," tulis akun resmi TankerTrackers melalui platform X pada Minggu, (03/05/2026).

[Gambas:Twitter]

Laporan ini juga dimuat Al-Jazeera. Dikatakan bahwa kapal raksasa nan diidentifikasi berjulukan "HUGE" (ID: 9357183) tersebut dilaporkan sempat menghilang dari pantauan radar sebelum akhirnya muncul kembali di wilayah selatan Indonesia. 

Berdasarkan info pencarian maritim, kapal tersebut terakhir kali terlihat di lepas pantai Sri Lanka lebih dari seminggu nan lalu. Saat ini, kapal tanker pengangkut minyak mentah dalam jumlah masif tersebut sedang bergerak melintasi Selat Lombok di Indonesia.

"Kapal ini dilaporkan terus melaju menuju wilayah Kepulauan Riau sebagai bagian dari rute perjalanannya," buat laporan itu.

Pelarian kapal ini tergolong sangat rapi lantaran dilakukan dengan mematikan sistem pencarian otomatis guna menghindari penemuan musuh. Informasi pencarian maritim menunjukkan bahwa tanker tersebut tidak mengirimkan sinyal Automatic Identification System (AIS) sejak 20 Maret, tepatnya saat kapal meninggalkan Selat Malaka menuju Iran sebelum akhirnya kembali ke arah timur.

Keberhasilan kapal "HUGE" menembus blokade laut AS ini menjadi pukulan telak bagi upaya Washington dalam memutus arus ekspor daya Iran. Di tengah blokade besar-besaran nan dilakukan angkatan laut AS, lolosnya muatan nyaris 2 juta barel minyak ini menunjukkan adanya celah dalam pengawasan maritim nan diterapkan selama bentrok berlangsung.

(tps/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News