loading...
Teknologi robot mirip manusia sekarang bersiap keluar dari fase prototipe menuju produksi massal skala industri untuk mengatasi krisis tenaga kerja global. Foto: ist
JAKARTA - Tren manufaktur robot humanoid (humanoid robot) tidak lagi sekadar menjadi domain fiksi ilmiah. Berdasarkan studi terbaru dari firma konsultan dunia Roland Berger berjudul "Humanoid Robot Manufacturing", mengambil robot terotomatisasi ini diproyeksikan segera memasuki fase komersialisasi massal di beragam sektor industri utama.
Meskipun produsen belum merilis nilai jual ritel final secara seragam, kajian pasar menunjukkan bahwa kelebihan utama teknologi ini terletak pada efisiensi biaya jangka panjang dan fungsionalitas fiturnya.
Biaya Operasional nan Sangat Efektif
Kombinasi kemajuan perangkat keras (hardware) robotika dan kepintaran buatan (AI) mutakhir diproyeksikan bisa memangkas biaya operasional sistem humanoid hingga mencapai nomor sekitar 2 USD per jam.
Jika dikonversikan ke dalam mata duit Indonesia, biaya operasional ini hanya berkisar Rp35.800 per jam. Angka ini murah sekali bagi negara-negara dengan standar bayaran tinggi.
Fitur Unggulan dan Kemampuan Sensoris
Aplikasi Repetitif Mandiri: Pada fase awal industrialisasi, fitur robot difokuskan untuk menangani tugas-tugas penanganan material nan repetitif dan terstruktur, seperti membongkar muatan (unpacking) serta memindahkan peralatan dari satu titik ke titik lain.
Perangkat Keras Matang: Sistem mekanis, motor penggerak, subsistem elektronik, serta jaringan sensor tingkat tinggi pada robot modern dinilai sudah berada pada tahap lanjut untuk mendukung pergerakan dinamis.
Mobilitas Ruang Bersama: Berbeda dengan robot manufaktur tradisional nan kudu dikurung dalam pagar pengaman, fitur robot humanoid dirancang untuk bergerak secara bergerak dan berbagi ruang kerja nan sama dengan manusia.
Potensi Pasar Global dan Skala Pendapatan
Proyeksi finansial dari Roland Berger menunjukkan lompatan nilai pasar nan sangat signifikan sepanjang satu dasawarsa ke depan, menempatkan industri ini sejajar dengan skala industri otomotif global.
Proyeksi Pendapatan Pendek (Tahun 2035): Produsen robotika diperkirakan bisa membukukan pendapatan minimal sebesar 300 miliar USD (Rp5.370 triliun).
Skenario Optimistis (Tahun 2035): Jika mengambil teknologi melangkah lebih cepat, nilai pasar di tahun 2035 diprediksi dapat melonjak hingga 750 miliar USD (Rp13.425 triliun).
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·