Gegara Zona Merah Pertamina, Warga Sukakarya Tolak Program Kampung Bahagia

Sedang Trending 4 jam yang lalu
Gegara Zona Merah Pertamina, Warga Sukakarya Tolak Program Kampung Bahagia Warga RT.13, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi sepakat menolak Program Kampung Bahagia.(MI/Solmi)

WARGA RT.13, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi sepakat menolak Program Kampung Bahagia nan digaungkan Pemerintah Kota Jambi melalui kepemimpinan Wali Kota Maulana.  Penolakan tersebut dikemukakan ratusan penduduk dalam rapat dihadiri Kepala Kelurahan Sukakarya Debby Mutiara, Sabtu malam (6/6). 

Penolakan warga, gegara wilayah mereka masuk dalam Zona Merah Pertamina. Zona merah menyebabkan ratusan sertifikat tanah kewenangan milik (SHM) milik penduduk diblokir pihak Badan Pertahanan Nasional (BPN), dan tidak bisa dipergunakan untuk beragam keperluan kehidupan.

"Bagi saya, ini adalah dilema. Satu sisi, saya tidak mau merugikan penduduk dengan adanya Program Kampung Bahagia dari Pemerintah Kota Jambi. Satu sisi lagi, perjuangan penduduk menolak area merah kudu tetap jalan. Saya lebih memilih mundur!” ungkap Ketua RT 13 Kelurahan Sukakarya Asep Mulyana di hadapan ratusan warganya pada rapat tersebut.

Namun permohonan pengunduran diri oleh Asep spontan ditolak warga. Dikatakan, sosok Asep sangat dibutuhkan untuk perjuangan memihak hak-hak penduduk RT 13, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, nan saat ini terkebiri oleh penetapan Zona Merah Pertamina.

"Sosok Pak Asep sangat dibutuhkan warga. Termasuk untuk memihak dan memperjuangkan kewenangan atas tanah milik warga. Kami menolak permintaan pengunduran diri pak Asep. Bahkan kita justru menolak support Pemerintah Kota Jambi nan dikucurkan melalui program Kampung Bahagia tahun ini,” ungkap penduduk berjulukan Suhatman Pisang.

Untuk diketahui, Program Kampung Bahagia digadang-gadang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Jambi di bawah ketua Maulana - Diza. Melalui program tersebut, setiap RT dialokasikan biaya dengan besaran Rp50 Juta hingga Rp100 Juta, untuk pembangunan kebersihan dan keamanan. "Untuk apa proyek itu, jika kami tidak bahagia!" timpal penduduk lainnya nan berjulukan Yanto.

Menurut Suhatman Pisang nan juga didaulat sebagai Ketua Tim Adovokasi penduduk terdampak penetapan Zona Merah Pertamina, setelah ditandatangani seluruh penduduk RT 13, penolakan Program Kampung Bahagia tersebut bakal disampaikan langsung kepada Wali Kota Jambi Maulana.(E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia