Gaun hitam legendaris Putri Diana nan dikenakan pada 1994 lalu, dikenal dengan nama ‘revenge dress’, segera kembali masuk ke pasar lelang. Dress tersebut terakhir dilelang nyaris 30 tahun lalu, beberapa bulan sebelum sang Putri meninggal dunia.
Dress hitam berdetail off-the -shoulder dan draping di pinggul tersebut dirancang oleh desainer Yunani, Christina Stambolian. Diana memakai busana tersebut pada 29 Juni 1994 untuk menghadiri aktivitas di Serpentine Gallery. Hari itu bertepatan dengan momen suaminya, Pangeran Charles—kini Raja Charles III—mengakui perselingkuhannya dengan Camilla.
Dilansir The Guardian, busana hitam itu bakal dilelang oleh rumah lelang Sotheby’s pada Desember mendatang. Nilai lelang dress legendaris tersebut ditaksir mencapai 110 ribu—220 ribu Poundsterling, alias setara dengan Rp 2,6 miliar–5,2 miliar.
Di bulan ini, busana tersebut bakal dipamerkan di rumah lelang Sotheby’s di London, dilanjutkan dengan Hong Kong, Jenewa, dan New York pada Desember.
Ini menjadi kali pertama “revenge dress” dilelang kembali sejak 29 tahun lalu. Pada Juni 1997, Diana sendirilah nan melelang gaun Christina Stambolian ini berbarengan dengan 78 busana miliknya. Hasil lelang tersebut didonasikan untuk yayasan AIDS dan riset kanker.
Signifikansi Revenge Dress Putri Diana
Sekilas, busana hitam tersebut tampak seperti busana elegan pada umumnya. Namun, konteks dan cerita di baliknya menjadikan busana tersebut sebagai ikon budaya terkenal nan memperkuat hingga sekarang.
Gaun Christina Stambolian tersebut dikenakan tepat usai momen besar antara Diana dan Charles. Saat itu, Charles mengakui perselingkuhannya lewat wawancara di stasiun televisi ITV.
Dikutip dari The Guardian, awalnya Diana sudah mempunyai busana lain nan lebih tradisional—lansiran Valentino—untuk dikenakan ke Serpentine Gallery. Namun, Diana akhirnya memilih busana Christina Stambolian itu nan mempunyai siluet pundak terbuka dan rok asimetris nan cukup pendek; sangat berkontras dengan busana modest yang biasa dikenakan sang Putri.
Desainer busana tersebut pun menyamakan pilihan berbusana Diana tersebut dengan kisah balerina dalam pagelaran Swan Lake.
“Diana memilih untuk tidak memainkan segmen tersebut seperti tokoh Odette nan suci berbalut putih. Sangat jelas dia marah. Dia memainkannya seperti Odile dalam kelambu hitam. Dia memakai kuteks merah terang; sesuatu nan belum pernah dilihat publik sebelumnya. Di situ, Diana seperti mengatakan: ‘Mari menjadi bandel malam ini’,” ucap Christina Stambolian kepada Harper’s Bazaar pada 2022 lalu.
Permainan gambaran dan style fashion nan berkontras dalam situasi pilu mendorong publik memandang busana hitam tersebut sebagai langkah Putri Diana untuk “balas dendam”.
Saking ikonisnya, ketika dilelang untuk pertama kalinya pada 1997, busana tersebut sukses terjual seharga 30.089 Poundsterling, setara dengan 100 ribu Poundsterling dalam kurs saat ini (Rp 2,3 miliar).
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·