loading...
Matt Lowrie Foto/. Business Insider
CUPERTINO - Setelah nyaris 20 tahun bekerja di Google, seorang insinyur berumur 55 tahun memutuskan untuk berakhir lantaran merasa tidak bisa mengikuti gelombang AI nan mengubah langkah kita memprogram.
Matt Lowrie, nan tinggal di Colorado (AS), berasosiasi dengan Google pada tahun 2006 sebagai insinyur pengujian. Ia bekerja di perusahaan teknologi tersebut selama 19 tahun sebelum mengusulkan pengunduran diri pada akhir tahun 2025 untuk pensiun dini.
Berbicara kepadaBusiness Insider, Lowrie mengatakan bahwa tahun-tahun awalnya di Google sangat menyenangkan, ketika para insinyur bebas bereksperimen dengan ide-ide dan merasa bahwa "apa pun mungkin terjadi."
Selama nyaris dua dasawarsa di Google, dia terlibat dalam beragam bidang, mulai dari perangkat lunak 3D dan aplikasi web online hingga Google Now dan platform komputasi awan.
Namun, sekitar tahun 2024, Lowrie mulai merasakan pergeseran arah Google lantaran kepintaran buatan (AI) semakin menjadi pusat pengembangan produk. Dia mencatat bahwa perusahaan juga mendorong para insinyur untuk menggunakan AI untuk membantu dalam pemrograman.
"Meskipun saya tertarik pada pembelajaran mesin, saya tetap skeptis tentang penerapan AI dengan langkah ini,"kata Lowrie, menambahkan bahwa nan mengkhawatirkannya bukan hanya akibat AI menggantikan pekerjaan teknik, tetapi juga meningkatnya emosi kehilangan minat pada pemrograman.
"Setelah bertahun-tahun menulis kode, menggunakan AI terasa seperti saya meminta orang lain menulis kode dan kemudian kembali untuk memperbaiki apa nan tidak berfungsi,"kata Lowrie."Saya tidak lagi merasa sedang membangun sesuatu dari awal dan menemukan solusi menarik saya sendiri."
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·