Ganjar Respons Bupati Klaten Kader PDIP Terjaring OTT KPK

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menanggapi perihal kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo pada Kamis (16/10).

Hamenang Wajar Ismoyo merupakan kader PDIP. Ganjar menyatakan telah berulang kali memberi peringatan terhadap seluruh kader untuk menjaga integritas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"DPP PDI Perjuangan acapkali mengingatkan kepada seluruh kader untuk menjaga integritas. Namun, jika mereka melanggar maka akibat norma dan hukuman partai bakal menanti," kata Ganjar saat dihubungi wartawan pada Jumat (16/10).

Ganjar mengatakan setelah kejadian OTT Hamenang, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto kembali mengingatkan kepada seluruh kepala wilayah dari partainya. Bahkan, surat peringatan juga sudah diberikan PDIP sejak bulan Maret lalu.

Ganjar menambahkan, PDIP bakal terus mengingatkan seluruh kadernya termasuk kepala wilayah karena banyak laporan nan masuk mengenai dugaan korupsi.

"Dan kami tetap mengingatkan kembali soal ini kepada beberapa kepala wilayah (kada). Karena banyak laporan nan masuk," ujarnya.

Diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan suap nan menyeret Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo lewat operasi tangkap tangan pada Kamis (15/10).

"Untuk pihak-pihak nan kemudian ditetapkan untuk bertanggung jawab alias ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini, kami bakal sampaikan secara komplit dalam konvensi pers rencana sore ini," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (16/10).

Sebanyak 10 dari 19 orang nan sempat di amankan, saat ini tengah menjalani pemeriksaan di gedung KPK.

Dari jumlah itu, sembilan orang di antaranya dibawa langsung dari Klaten menaiki kereta, termasuk Hamenang dan Kepala BPK Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah. satu orang sisanya diamankan di Jakarta.

Budi mengatakan tim interogator juga turut menyita sejumlah peralatan bukti, di antaranya duit senilai Rp1,9 miliar dan tong biru nan diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan duit hasil korupsi.

"Ember alias tong tersebut diduga nan digunakan Bupati untuk menampung alias untuk menyimpan dugaan penerimaan-penerimaan uang," katanya.

Budi bilang perkara dalam kasus tersebut mengenai dugaan penerimaan duit oleh penyelenggara negara dalam pengadaan peralatan dan jasa di wilayah Klaten. Selain itu, ada pula dugaan kasus suap terhadap pejabat BPK di Jateng untuk pengurusan audit finansial di daerah.

(knf/fra)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional
↑