Ganda Putra kembali Jadi Tumpuan di Indonesia Terbuka 2026

Sedang Trending 9 jam yang lalu
Ganda Putra kembali Jadi Tumpuan di Indonesia Terbuka 2026 Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.(MI/RAMDANI)

HARAPAN Indonesia untuk mengakhiri puasa gelar di rumah sendiri pada arena Indonesia Terbuka 2026 bakal kembali bertumpu pada sektor dobel putra. Sejak terakhir kali meraih gelar lewat Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo pada 2021, wakil Merah Putih belum bisa kembali berdiri di podium tertinggi turnamen level Super 1000 tersebut.

Indonesia Terbuka tahun ini bakal kembali digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, 2-7 Juni.

Di sektor dobel putra, Indonesia menurunkan enam pasangan ialah Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, serta Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi.

Tahun lalu, kesempatan sempat terbuka melalui Sabar/Reza nan melaju hingga partai puncak namun langkah mereka terhenti di final. Kali ini, Fajar/Fikri bakal diharapkan lantaran berstatus unggulan ketiga.

Meski datang dengan modal baru saja finis sebagai runner up Singapura Terbuka 2026, Fajar/Fikri menghadapi tantangan tersendiri. Final di Singapura pekan lampau menjadi partai puncak pertama mereka tahun ini tetapi sekaligus menambah daftar hasil runner up nan membayangi pasangan tersebut.

Sejak menjuarai Tiongkok Terbuka 2025, mereka tercatat lima kali finis di posisi kedua. Fikri mengakui dirinya dan Fajar tetap kudu bekerja keras untuk memutus tren kurang beruntung di partai puncak setelah beberapa kali kandas mengonversi final menjadi gelar juara.

Meski hasil belum berpihak, mereka tidak mau larut dalam kekecewaan dan bakal terus berupaya menemukan jalan keluar agar bisa kembali naik podium tertinggi.

"Saya memang menyadari perihal itu, sudah beberapa kali final tapi gagal. Sudah berupaya semaksimal mungkin dan bermohon tapi belum rezekinya. Kita tidak menyerah, bakal berupaya terus untuk melewati masa susah itu," kata Fikri dalam bertemu pers jelang turnamen di Fairmont Jakarta, Senin (1/6).

"Kami tetap menjalani latihan rutin seperti biasa untuk menjaga bentuk dan teknik. Setelah dari Singapura dan sudah kembali ke Jakarta, kami juga mendapat support penuh dari tim pendukung seperti fisioterapis dan masseuse, jadi kondisi badan tetap segar dan siap menghadapi pertandingan beruntun seperti ini," imbuh Fikri.

Leo/Daniel juga menyimpan peluang. Pasangan nan kembali dipersatukan tahun ini sempat menunjukkan sinyal kebangkitan dengan menjuarai Tailan Terbuka 2026. 

Gelar tersebut terasa spesial lantaran diraih pada turnamen pertama setelah keduanya kembali dipasangkan usai sempat berpisah sejak 2024 meski di turnamen berikutnya Malaysia Masters 2026 tersingkir di babak pertama.

"Kemarin kami bisa juara lantaran komunikasi lebih banyak terjalin. Chemistry juga tidak terlalu susah dibangun lantaran sebelumnya sudah lama berpasangan. Kami punya tujuan nan sama, mau menjadi juara lagi dan akhirnya tercapai (di Tailan). Semoga kami bisa terus konsisten," kata Daniel.

"Harapannya tentu memenuhi target. Kami juga mau menjadi juara, tetapi fokusnya tetap satu pertandingan demi satu pertandingan," lanjut Daniel.

Potensi kejutan juga bisa datang dari pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Keduanya sempat mencuri perhatian saat menjadi runner up Indonesia Masters 2026 di Istora awal tahun lalu. Bermain di arena nan sudah berkawan bagi mereka dapat menjadi modal krusial untuk kembali membikin kejutan di hadapan publik sendiri.

Sementara itu, Sabar/Reza nan tahun lampau mencapai final tentu juga menyimpan ambisi. Pengalaman menembus partai puncak menjadi bekal berbobot untuk kembali bersaing dengan pasangan-pasangan terbaik dunia.

Dari sektor tunggal putra, perhatian mengarah kepada pebulu tangkis muda Alwi Farhan nan tengah menunjukkan perkembangan positif. Dia baru saja mencapai semifinal Singapura Terbuka 2026 dengan mengalahkan pemain-pemain unggulan dan diharapkan bisa melanjutkan tren tersebut di Istora.

Alwi mengaku mau menjadikan pencapaian di Singapura sebagai modal untuk tampil lebih matang, terutama dalam mengelola tekanan dan ekspektasi.

"Saya minta dukungannya bisa ramai lantaran persiapan penyelenggaraan sangat baik dan banyak aktivitas nan bisa dinikmati. Untuk saya pribadi, dengan hasil nan cukup progres di Singapura, saya berambisi bisa mengontrol emosi, mengontrol ekspektasi dari orang-orang, dan mengeluarkan keahlian terbaik nan sudah dilatih," ujar Alwi.

Selain Alwi, Indonesia juga mengandalkan Jonatan Christie di tunggal putra, Putri Kusuma Wardani di tunggal putri, serta sejumlah pasangan di sektor dobel campuran dan dobel putri. (I-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia