Gamelan Kampus Unnes Dicuri: 13 Bilah Demung Hilang; Kerugian Rp 35 Juta

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Penampakan 13 demung gamelan nan lenyap dicuri. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Aksi pencurian menyasar aset budaya di lingkungan kampus. Universitas Negeri Semarang (Unnes) kehilangan 13 bilah demung gamelan nan tersimpan di laboratorium seni musik. Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 35 juta.

Kasus ini menambah daftar pencurian perangkat gamelan di sejumlah kampus, setelah sebelumnya laporan serupa muncul di Yogyakarta dan Solo. Entah apa berikutnya, maling sekarang tampaknya naik selera: dari kabel ke kebudayaan.

Hilang dari Laboratorium Seni Musik

Pihak Unnes membenarkan kehilangan tersebut. Gamelan nan dicuri tersimpan di Gedung B7, Laboratorium Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni.

"Benar bahwa Unnes kehilangan 13 bilah demung nan tersimpan di Gedung B7 (Laboratorium Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni)," ujar Kepala UPT Humas Unnes Rahmat Petuguran, Selasa (21/4).

Menurut kampus, saat ini bukti internal tengah dikumpulkan, termasuk rekaman CCTV, untuk dilaporkan ke abdi negara kepolisian.

"Menyikapi itu, Unnes sedang mengumpulkan bukti internal (berupa CCTV) sebagai bahan laporan kepada pihak nan berwajib," kata Rahmat.

Baru Disadari Setelah Akhir Pekan

Wakil Dekan II Fakultas Bahasa dan Seni Unnes Muhammad Burhanuddin menjelaskan dugaan pencurian terjadi pada Jumat (17/4), saat aktivitas kampus tetap melangkah normal.

"Pada hari Jumat itu perkuliahan melangkah seperti biasa. Ruangan juga dipakai untuk beragam mata kuliah, tidak hanya musik tradisional, tapi juga kelas lain seperti gitar. Namun kehilangan baru disadari pada Senin (20/1) kemarin," ujar Burhan, Rabu (22/4).

Artinya, pelaku diduga memanfaatkan situasi kampus nan tetap aktif dan lampau lintas orang nan biasa saja. Strategi klasik: menyelinap saat semua tampak normal.

Pelaku pencuri 13 demung gamelan nan hilang. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Terekam CCTV, Pelaku Masuk 20 Menit

Dari hasil pengecekan CCTV, pelaku diduga masuk ke Gedung B7 sekitar pukul 12.20 WIB dan keluar sekitar pukul 12.40 WIB.

"Pelaku terlihat masuk ke laboratorium seni musik dan tari, tempat gamelan disimpan. Bahkan, pelaku juga diduga sempat masuk ke Gedung P8," jelas Burhan.

Kampus sekarang telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk penyelidikan lanjutan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Saat ini juga sudah dilakukan olah TKP dan penelusuran CCTV," katanya.

Barangkuti mengenai 13 demung gamelan nan lenyap dicuri dan pelaku. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Kerugian Ditaksir Rp 35 Juta

Burhan menyebut 13 bilah demung nan lenyap mempunyai nilai tinggi lantaran dibuat dari perunggu berkualitas. Satu bilah mempunyai berat sekitar 2,5 hingga 3 kilogram.

"Kalau kerugian itu bisa sampai Rp 35-an juta, lantaran satu bilah harganya sampai Rp 3 juta. Itu kami pesan nan sangat bagus," sebut dia.

Selain nilai material, kehilangan ini juga berakibat pada aktivitas pembelajaran mahasiswa seni musik dan seni tari nan menggunakan perangkat tersebut.

Diduga Terkait Kasus Serupa di UGM dan ISI

Unnes menduga pelaku mempunyai keterkaitan dengan pencurian perangkat musik tradisional di kampus lain.

"Ada kemiripan dengan kasus pencurian perangkat musik tradisional di Yogyakarta dan Solo. Karena ada laporan dari ISI Yogyakarta dan Solo juga UGM jika ada kehilangan," ungkap Burhan.

Sebelumnya, dalang Sigid Ariyanto juga menyoroti kasus ini lewat media sosial dan menyebut pencurian di Unnes menyusul kejadian serupa di ISI Yogyakarta, ISI Solo, dan UGM.

Jika betul pelakunya sama, ini bukan pencurian acak. Ini operasi keliling dengan sasaran sangat spesifik: perangkat budaya nan tidak mudah diganti.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan