Gadai Saham JARR dan PGUN, Nilai Agunan hingga Risiko Kredit Jadi Sorotan

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 15 Oktober 2026 |19:16 WIB

Gadai Saham JARR dan PGUN, Nilai Agunan hingga Risiko Kredit Jadi Sorotan

Penggunaan saham sebagai agunan angsuran merupakan praktik nan lazim di bumi perbankan. (foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA – Keputusan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menerima saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) sebagai agunan angsuran menjadi sorotan di pasar saham. Sejumlah aspek, mulai dari nilai agunan hingga kondisi finansial perusahaan, menjadi perhatian dalam menilai transaksi tersebut.

Analis Gede Sandra mengatakan, penggunaan saham sebagai agunan angsuran merupakan praktik nan lazim di bumi perbankan. Menurutnya, transaksi semacam ini perlu dilihat dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian serta sistem pengelolaan akibat nan diterapkan bank.

"Penggunaan saham sebagai agunan bukanlah praktik baru di bumi perbankan. Praktik ini sangat lazim terjadi. Bank Mandiri merupakan bank pemerintah dengan aset besar dan berstatus perusahaan terbuka sehingga semestinya mengedepankan prinsip kehati-hatian," kata Gede, Kamis (15/10/2026).

Menurut Gede, bank pada umumnya menggunakan beragam parameter sebelum memberikan angsuran dengan agunan saham. Parameter tersebut antara lain rasio pinjaman terhadap nilai agunan (loan to value), pemantauan nilai saham, serta tanggungjawab penambahan agunan andaikan nilai saham mengalami penurunan signifikan.

"Jadi, rumor itu saya lihat memang terus menjadi perbincangan. Saya percaya umurnya tidak bakal panjang lantaran tidak berbasiskan data," ujarnya.

Fasilitas angsuran dan transaksi gadai saham tersebut menjadi sorotan berbarengan dengan rencana Haji Isam menuntaskan akuisisi 30,25 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Nilai akuisisi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp26,1 triliun.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑