PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), pemasok resmi Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation di Indonesia, menyerahkan satu unit truk listrik Mitsubishi Fuso eCanter kepada konsumen terbarunya.
Adalah perusahaan Fastana Logistics Indonesia. Penyerahan ini menjadi bagian dari upaya memperluas mengambil kendaraan niaga listrik di sektor logistik nasional.
Sales & Marketing Director KTB, Aji Jaya mengatakan, Fastana merupakan pengguna lama Mitsubishi Fuso nan hingga sekarang telah mengoperasikan lebih dari 400 unit Canter dan Fighter X untuk mendukung aktivitas operasionalnya.
"Terima kasih atas kepercayaan Fastana kepada produk Mitsubishi Fuso. Penyerahan eCanter ini menjadi langkah berbareng untuk menguji operasional upaya nan lebih maju sekaligus ramah lingkungan," ujar Aji di ICE BSD, Tangerang, Selasa (4/7).
Menurut dia, sejak resmi diluncurkan pada 2024, Fuso eCanter telah mencatatkan tonggak krusial sebagai kendaraan niaga listrik nan diterima konsumen di Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa solusi transportasi niaga berbasis listrik mulai mendapat tempat di industri logistik.
Aji menambahkan, Mitsubishi Fuso tidak hanya menawarkan kendaraan, tetapi juga memastikan kelancaran operasional pengguna melalui jasa purna jual nan tersebar di seluruh Indonesia.
Dukungan tersebut meliputi teknologi pendukung kendaraan listrik seperti mobile charging, hingga kesiapan mekanik nan telah dibekali keahlian menangani kendaraan listrik.
"Sebagai jagoan upaya sejati, kami berkomitmen mewujudkan zero downtime bagi operasional konsumen. Harapannya, eCanter dapat memberikan nilai tambah sekaligus mendukung pertumbuhan upaya Fastana Logistics Indonesia," katanya.
Sementara itu Direktur PT Fastana Logistics Indonesia Subagyo Rahardjo menyebut, penyerahan eCanter menjadi langkah awal transformasi armada logistik perusahaan nan berada di bawah naungan Kapal Api Group menuju kendaraan listrik.
Menurutnya, industri logistik sekarang tidak lagi hanya dituntut menghadirkan jasa nan andal, cepat, dan akurat, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan serta pengurangan emisi karbon.
"eCanter bukan hanya penemuan teknologi, tetapi juga investasi jangka panjang nan kami yakini bisa meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan emisi karbon perusahaan," ujarnya.
Subagyo mengaku pengalaman awal menggunakan eCanter memberikan hasil nan positif bagi operasional perusahaan. Karena itu, pihaknya optimistis penggunaan truk listrik dapat terus dikembangkan di masa mendatang.
Ia juga menilai kerjasama antara produsen kendaraan niaga dan pelaku upaya logistik menjadi aspek krusial dalam mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
"Kerja sama seperti ini menjadi kunci agar transformasi dan mengambil transportasi logistik berbasis listrik dapat melangkah semakin baik ke depan," tutupnya.
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·