Fosil Berusia 120 Juta Tahun Ungkap Spesies Dinosaurus Bersayap Empat Pemburu Burung

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Fosil Berusia 120 Juta Tahun Ungkap Spesies Dinosaurus Bersayap Empat Pemburu Burung Fosil microraptor hanya terdiri dari beberapa tulang, tetapi tetap terawetkan dalam corak 3D.(Hailu You)

SESOSOK makhluk purba asing nan hidup 120 juta tahun lampau ditemukan di wilayah barat laut Tiongkok. Penemuan fosil ini mengubah langkah pandang para intelektual terhadap golongan dinosaurus predator unik nan dikenal sebagai microraptor, sepupu Velociraptor nan berukuran lebih kecil, mempunyai ceker berbentuk sabit, dan bisa meluncur di udara.

Spesies baru ini resmi dinamai Jian changmaensis. Nama "Jian" diambil dari nama makhluk bersayap dalam mitologi Tiongkok nan merujuk pada penampilannya nan mirip burung, sedangkan "changmaensis" merujuk pada letak penemuannya di Cekungan Changma, Provinsi Gansu. Berbeda dengan kebanyakan fosil microraptor nan biasanya ditemukan di wilayah timur laut Tiongkok, ini merupakan spesimen pertama nan sukses digali di area barat laut.

Meskipun para intelektual hanya sukses menemukan bagian tulang lengan atas nan berukuran sekitar 4 inci (10 sentimeter), spesimen ini menjadi salah satu microraptor terbesar nan pernah ditemukan. Berdasarkan skala tersebut, Jian changmaensis diperkirakan mempunyai rentang sayap mencapai empat kaki (sekitar 1,2 meter), alias setara dengan ukuran burung hantu serak jawa (barn owl).

Para peneliti menduga kuat bahwa Jian, seperti jenis microraptor lainnya, mempunyai bulu panjang di kedua lengan dan kakinya. Alhasil, dinosaurus karnivora ini tampak seperti mempunyai empat buah "sayap". Meski tidak bisa melakukan penerbangan aktif layaknya burung modern, struktur tubuhnya sangat mendukung untuk meluncur dari pohon ke pohon, mirip dengan langkah bergerak tupai terbang.

Gaya hidup di atas tajuk pohon ini diduga menjadi strategi jitu untuk menghindari predator darat nan lebih besar. Dari ketinggian tersebut pula, Jian changmaensis mengintai mangsanya. Cekungan Changma sendiri sangat terkenal dengan kekayaan fosil burung purba. Hal ini memicu dugaan burung-burung purba berukuran mini menjadi sasaran buruan utama sang predator bersayap empat.

"Jika Anda memandang makhluk itu sedang bertengger di pohon, Anda tidak bakal mengira bahwa itu adalah Velociraptor seperti nan ada di movie 'Jurassic Park'," ujar Matt Lamanna, paleontolog dari Carnegie Museum of Natural History di Pittsburgh nan memimpin penelitian ini.

"Hal tersebut membikin banyak paleontolog meyakini bahwa makhluk-makhluk ini mungkin sesekali beraktivitas di tanah, tetapi mereka juga bisa memanjat dan meluncur dari pohon ke pohon, nyaris seperti tupai terbang modern," tambah Lamanna.

Penemuan Jian changmaensis sekarang menjadi bukti krusial dalam catatan fosil nan memperluas jangkauan geografis microraptor. Lebih dari itu, fosil nan terawetkan dengan baik ini memberikan petunjuk baru nan berbobot bagi para intelektual untuk memahami gimana struktur sayap purba berevolusi hingga menjadi cikal bakal keahlian terbang pada burung modern. (CNN/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑