Fleksibilitas Kerja Disorot, Ini Alasan Asosiasi Ojol Tolak Status Pekerja

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Fleksibilitas Kerja Disorot, Ini Alasan Asosiasi Ojol Tolak Status Pekerja

Fleksibilitas Kerja Disorot, Ini Alasan Asosiasi Ojol Tolak Status Pekerja (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komunitas pengemudi ojek online (ojol) URC Bergerak menolak status ojol berubah dari mitra menjadi pekerja. Mereka meminta pemerintah untuk tidak membatasi elastisitas dalam hubungan kemitraan nan memungkinkan ojol untuk memperoleh penghasilan dari beragam platform jasa ride-hailing alias sumber lain.

Hal tersebut disampaikan URC Bergerak dalam menanggapi RUU Perlindungan Ketenagakerjaan nan tengah dibahas Komisi IX DPR RI. Perwakilan URC Bergerak William Roy Rawung mengatakan, salah satu karakter utama ojol adalah fleksibilitas. Karakteristik ini memungkinkan ojol untuk memperoleh penghasilan tambahan dari beragam sumber, mulai dari menggunakan lebih dari satu aplikasi hingga mencari penghasilan tambahan dari pekerjaan lain. 

“Alasannya, satu, fleksibilitas. Ada banyak pekerja nan memilih turut bekerja menjadi ojek online untuk menambah penghasilan. Kalau sekarang mau dibalik, ojol tidak boleh bekerja lagi hanya di satu tempat, itu agak aneh,” kata Roy ketika menghadiri audiensi dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/9/2026)

Dia menyebut saat ini elastisitas tersebut dimanfaatkan oleh para pengemudi ojol nan menggunakan lebih dari satu platform. Roy menjelaskan seorang pengemudi dapat beranjak dari satu aplikasi ke aplikasi lain ketika permintaan sedang rendah. 

“Kalau saya punya tiga akun, jika Gojek lagi enggak bagus order, saya bisa jalanin Grab, jika tidak bagus, saya bisa jalankan Maxim dan lain-lain. Jadi ada pilihan untuk itu, dengan jam-jamnya,” ujarnya.

Dia menambahkan elastisitas ini tak hanya soal multi aplikasi tetapi elastisitas dalam waktu bekerja, memberi ruang bagi pengemudi ojol untuk menentukan sendiri kapan bekerja sekaligus menjadikan ojol sebagai pengganti untuk menambah penghasilan. Pengemudi ojol selama ini mempunyai keleluasaan menentukan berapa lama mereka aktif di aplikasi sesuai kebutuhan masing-masing.

“Tidak boleh dipaksa mereka libur dengan satu aturan, dan ojol tidak mau dibatasi jam kerjanya,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑