FIFA Kucurkan Dana Hibah Rp391 Miliar per Negara Anggota Pasca-Piala Dunia 2026

Sedang Trending 20 jam yang lalu
FIFA Kucurkan Dana Hibah Rp391 Miliar per Negara Anggota Pasca-Piala Dunia 2026 Gianni Infantino(Dok AFP)

BADAN Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi menyiapkan alokasi biaya investasi sebesar US$25 juta atau sekitar Rp391 miliar bagi setiap asosiasi anggotanya. Suntikan biaya segar ini ditujukan kepada seluruh 211 negara personil FIFA di beragam bagian bumi untuk siklus mendatang.

Program kucuran biaya ini terangkum dalam FIFA Surplus Solidarity Programme periode 2027–2030. Usulan tersebut secara resmi disampaikan dalam rapat Dewan FIFA perdana nan digelar di Home of FIFA, Zurich, Swiss, menyusul kesuksesan gelaran Piala Dunia 2026.

Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa lonjakan anggaran support ini merupakan bentuk nyata komitmen organisasi dalam melindungi seluruh personil secara adil. Kebijakan ini juga menjadi tonggak sejarah krusial sepanjang satu dasawarsa kepemimpinannya di induk organisasi sepak bola dunia tersebut.

"Dalam sepuluh tahun sejak saya menjadi Presiden FIFA, biaya support kita telah melonjak drastis, dari nan semula hanya US$1 juta kini menyentuh US$25 juta untuk setiap asosiasi personil di seluruh dunia," ujar Gianni Infantino dalam keterangan resmi.

Infantino lebih lanjut menjelaskan bahwa biaya persediaan nan dikelola FIFA pada dasarnya adalah kewenangan seluruh asosiasi anggota. Oleh lantaran itu, lonjakan total investasi sepak bola dunia nan sekarang menembus nomor US$6,35 miliar (sekitar Rp114 triliun) dialokasikan guna memperkuat pembinaan serta pembibitan talenta sepak bola di seantero dunia.

Dampak Ekonomi Piala Dunia 2026

Kenaikan biaya support nan signifikan ini sukses direalisasikan berkah lonjakan pendapatan komersial dari turnamen Piala Dunia 2026 nan untuk pertama kalinya melibatkan 48 tim nasional.

Berdasarkan proyeksi siklus 2023–2026, untung bersih organisasi diperkirakan mencapai kisaran US$5,2 miliar hingga US$5,6 miliar. Meski mencatatkan surplus besar, FIFA dipastikan tetap mematuhi izin internal dengan mempertahankan biaya persediaan kondusif (hard reserve) sebesar US$1,7 miliar demi mengantisipasi potensi akibat di masa depan.

Fokus Pemanfaatan Dana

Adapun pemanfaatan biaya investasi Rp391 miliar per negara ini diwajibkan untuk berfokus pada sektor-sektor strategis, di antaranya:

  • Pengembangan Sepak Bola Wanita
  • Kompetisi Usia Dini / Pembinaan Usia Muda
  • Proyek Pembangunan Jangka Panjang
  • Pembangunan & Modernisasi Infrastruktur Olahraga

Rincian petunjuk teknis mengenai skema pengajuan, sistem pencairan, hingga prosedur audit anggaran direncanakan selesai dibahas pada rapat Dewan FIFA jenis Desember 2026. Seluruh rancangan program kerja ini selanjutnya bakal dibawa ke Kongres ke-77 FIFA pada Maret 2027 untuk disahkan secara resmi. (Ant/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑