Pelatih Feyenoord Robin van Persie(AFP/DANIEL MIHAILESCU )
KEJUTAN besar datang dari kancah Eredivisie. Feyenoord resmi mengumumkan pemecatan pembimbing kepala mereka, Robin van Persie, setelah hanya 16 bulan menjabat. Keputusan ini diambil manajemen klub meski mantan penyerang legendaris Arsenal dan Manchester United tersebut sukses membawa tim finis di posisi kedua klasemen musim lalu.
Pemecatan laki-laki berumur 42 tahun itu terjadi hanya dua minggu setelah perombakan di jejeran manajemen, ialah penunjukan Devy Rigaux sebagai Direktur Teknis dan Robert Eenhoorn sebagai General Manager.
Perubahan struktur ini tampaknya membawa visi baru nan tidak lagi menyertakan Van Persie dalam rencana jangka panjang klub nan bermarkas di Stadion De Kuip tersebut.
Alasan Penurunan Tren Poin
Direktur Teknis Feyenoord, Devy Rigaux, memberikan apresiasi atas kontribusi Van Persie nan sukses mengamankan tiket kualifikasi Liga Champions. Namun, dia menegaskan bahwa hasil kajian internal menunjukkan adanya tren negatif nan tidak bisa diabaikan.
"Robin van Persie telah memberikan segalanya untuk klub selama 1,5 tahun terakhir. Ia layak mendapatkan apresiasi lantaran sukses menutup musim nan susah di posisi kedua dan mengamankan sepak bola Liga Champions," ujar Rigaux dalam keterangan resminya.
Namun, Rigaux menambahkan bahwa style bermain dan penurunan perolehan poin, baik di kejuaraan domestik maupun Eropa, menjadi aspek penentu. Sebagai catatan, meski finis sebagai runner-up, Feyenoord tertinggal jauh 19 poin dari sang juara, PSV Eindhoven.
Statistik Robin van Persie di Feyenoord (Sebagai Manajer):
| Durasi Jabatan | 16 Bulan |
| Pencapaian Utama | Posisi 2 Eredivisie, Kualifikasi Liga Champions |
| Selisih Poin dari Juara | 19 Poin (di belakang PSV) |
Akhir dari Romansa Sang Legenda
Perpisahan ini terasa emosional mengingat hubungan panjang Van Persie dengan klub asal Rotterdam tersebut. Ia memulai dan mengakhiri pekerjaan profesionalnya sebagai pemain di Feyenoord dengan catatan 46 gol dari 122 penampilan.
Setelah gantung sepatu, dia sempat mengabdi sebagai asisten pembimbing di bawah Dick Advocaat dan menangani tim muda Feyenoord. Sempat melatih Heerenveen pada Mei 2024, dia kembali ke De Kuip sembilan bulan kemudian untuk mengambil peran utama, sebelum akhirnya kerja sama ini kudu berhujung lebih sigap dari perjanjian aslinya.
Hingga saat ini, manajemen Feyenoord belum mengumumkan siapa sosok nan bakal menggantikan posisi Van Persie untuk memimpin tim mengarungi musim depan dan kejuaraan Liga Champions nan sudah di depan mata. (bbc/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·