Fenomena Noctilucent Cloud Hiasi Langit Juni 2026, Begini Proses Terbentuknya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Fenomena Noctilucent Cloud Hiasi Langit Juni 2026, Begini Proses Terbentuknya Noctilucent Cloud(Doc National Geographic)

JUNI 2026 menjadi periode nan dinantikan para pengamat langit lantaran kemunculan kembali Noctilucent Cloud alias awan noctilucent. Fenomena atmosfer nan langka ini dikenal sebagai “awan bercahaya malam” lantaran tetap tampak bercahaya meskipun Matahari telah berada di bawah cakrawala.

Noctilucent Cloud merupakan jenis awan tertinggi di atmosfer Bumi. Awan ini terbentuk di lapisan mesosfer pada ketinggian sekitar 76 hingga 85 kilometer di atas permukaan Bumi.

Karena berada jauh lebih tinggi dibandingkan awan biasa, sinar Matahari tetap dapat mengenainya ketika langit di bawah sudah memasuki kondisi senja alias malam. Fenomena inilah nan membikin awan tersebut tampak bercahaya dengan warna biru keperakan nan khas.

Menurut para ilmuwan, awan noctilucent terbentuk ketika uap air di mesosfer membeku menjadi kristal-kristal es mikroskopis pada suhu nan sangat rendah.

Kristal es tersebut kemudian menempel pada partikel debu, termasuk debu nan berasal dari meteor nan memasuki atmosfer Bumi. Saat terkena sinar Matahari dari bawah cakrawala, kristal-kristal tersebut memantulkan sinar sehingga menghasilkan pemandangan nan memukau.

Musim kemunculan awan noctilucent di Belahan Bumi Utara umumnya berjalan dari akhir Mei hingga pertengahan Agustus, dengan puncak pengamatan terjadi pada Juni dan Juli.

Pada periode ini, sejumlah laporan pengamatan telah muncul dari wilayah Eropa Utara, Jerman, Inggris, hingga Amerika Utara. Fenomena tersebut biasanya dapat diamati sekitar 30 menit hingga dua jam setelah Matahari terbenam alias sebelum Matahari terbit.

Selain menawarkan keelokan visual, awan noctilucent juga menjadi objek penelitian krusial bagi intelektual atmosfer. Kemunculannya dapat memberikan info mengenai kondisi lapisan atas atmosfer Bumi, termasuk perubahan suhu dan kandungan uap air di mesosfer.

Beberapa penelitian apalagi menunjukkan bahwa gelombang kemunculan awan ini condong meningkat dalam beberapa dasawarsa terakhir, sehingga menjadi salah satu parameter nan menarik untuk mempelajari perubahan atmosfer global.

Bagi masyarakat nan berada di wilayah lintang tinggi, kemunculan Noctilucent Cloud pada Juni 2026 menjadi kesempatan untuk menyaksikan salah satu kejadian alam paling unik di atmosfer Bumi.

Dengan corak bergelombang dan sinar kebiruan nan lembut, awan ini menghadirkan pemandangan langit malam nan berbeda dari biasanya.

Sumber: NASA Science, Noctilucent Clouds., Space.com, Encyclopaedia Britannica, Noctilucent Cloud. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia