FBR Soroti Demo Agustus Tahun Lalu, Pramono: Bismillah Jakarta Aman-Kondusif

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan sambutan pada Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membujuk seluruh komponen masyarakat, termasuk Forum Betawi Rempug (FBR), untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Jakarta tetap kondusif.

Pramono menegaskan kondisi Jakarta saat ini dalam keadaan kondusif dan nyaman. Karena itu, dia membujuk seluruh masyarakat menjaga situasi tersebut secara bersama-sama.

“Bismillah Jakarta aman, nyaman, kondusif. Mari kita jaga bersama-sama. nan krusial kita jaga bersama,” kata Pramono usai menghadiri Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di area Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (1/8).

Pernyataan Pramono itu disampaikan setelah Ketua Umum FBR KH Lutfi Hakim mengingatkan seluruh anggotanya agar tidak mudah terprovokasi oleh info nan beredar di media sosial.

Lutfi meminta seluruh personil FBR selalu melakukan verifikasi terhadap info sebelum menyebarkannya.

“Abang-abang ini sekali lagi sebelum saya akhiri, saya berpesan kepada seluruh personil FBR mengenai berita-berita di medsos apa pun itu, tanpa dicrosscheck jangan disebarkan. Antisipasi agar kita pandai dan bijak dalam bermedia sosial. Karena pada akhirnya nan rugi adalah kita sendiri,” ujar Lutfi.

Lutfi juga membujuk seluruh personil FBR menjaga Jakarta agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak nan mau menciptakan kericuhan. Menurutnya, masyarakat bakal menjadi pihak nan paling dirugikan andaikan kondisi keamanan terganggu.

“Mari sama-sama kita jaga kampung kita, jaga Jakarta kita agar tidak dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu nan pada akhirnya kita juga nan rugi,” ujarnya.

Lutfi pun menyinggung tindakan demonstrasi nan kemudian menimbulkan kerusuhan nan terjadi pada Agustus tahun lalu. Ia mengatakan kerusuhan tersebut menyebabkan kerusakan akomodasi publik nan justru menjadi simbol kebanggaan masyarakat Betawi.

“Kerusuhan tahun lampau kita rugi, lantaran di Senen itu halte bus gambarnya adalah batik kebanggaan kita, batik tumpal. Tapi hancur oleh orang-orang nan tidak bertanggung jawab,” katanya.

Karena itu, dia berambisi peristiwa serupa tidak kembali terjadi di Jakarta.

“Nah kita tidak mau itu terjadi. Kita tetap percaya bahwa pemerintah kita bisa membawa kita lebih baik lagi,” ucap Lutfi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan