Pemerintah Spanyol mulai memasang penghalang sepanjang 500 meter di perbatasan laut antara wilayah otonom Ceuta dan Maroko.
Pemerintah Spanyol mulai memasang penghalang sepanjang 500 meter di perbatasan laut antara wilayah otonom Ceuta dan Maroko, menyusul gelombang besar migran nan menewaskan sedikitnya 67 orang. (REUTERS/Pedro Nunes)
Petugas Garda Sipil memulai pemasangan penghalang itu pada Sabtu pagi di area pemecah ombak Tarajal, jalur pantai nan menjadi titik utama penyeberangan migran dalam beberapa hari terakhir. (REUTERS/Pedro Nunes)
Otoritas Spanyol menyatakan nyaris seluruh dari sekitar 60.000 migran nan memasuki Ceuta sejak Kamis telah kembali ke Maroko secara sukarela. Di saat nan sama, sebanyak 22 negara personil Uni Eropa mendesak digelarnya respons darurat atas krisis tersebut. (REUTERS/Pedro Nunes)
Jumlah korban jiwa akibat penyeberangan itu sekarang mencapai sedikitnya 67 orang. Namun, pejabat Spanyol memperingatkan kemungkinan tetap ada korban lain di sisi perbatasan Maroko. (REUTERS/Pedro Nunes)
Gelombang masuknya migran ke Ceuta memicu kekhawatiran di beragam negara Uni Eropa, terutama negara-negara personil area Schengen nan telah menghapus pemeriksaan perbatasan antarnegara. (REUTERS/Pedro Nunes)
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·