Liputan6.com, Jakarta - Ikan sapu-sapu dikenal sebagai salah satu jenis ikan nan susah mati. Di beragam perairan, ikan ini kerap tetap memperkuat hidup apalagi ketika kondisi lingkungan sudah tidak lagi ideal bagi ikan lain.
Secara ilmiah, ikan sapu-sapu merujuk pada golongan ikan pleco, seperti Hypostomus plecostomus dan Pterygoplichthys. Ikan ini berasal dari Amerika Selatan, namun sekarang telah menyebar luas dan menjadi jenis invasif di beragam negara, termasuk Indonesia.
Lantas, apa nan membikin ikan ini begitu susah mati?
Mampu Bertahan di Lingkungan Ekstrem
Berdasarkan kitab "Yuk Mengenal Ikan Sapu-sapu Sungai Ciliwung" karya Dewi Elfidasari nan dikutip Liputan6.com, Senin (13/4/2026), salah satu kelebihan utama ikan sapu-sapu adalah kemampuannya beradaptasi di lingkungan ekstrem.
Kondisi ekosistem sungai Amazon nan mempunyai keanekaragaman hayati dan persaingan tinggi antar jenis membikin ikan sapu-sapu mempunyai keahlian penyesuaian nan lebih tinggi.
Ikan ini dapat hidup di air keruh, tercemar, hingga perairan dengan kadar oksigen rendah. Bahkan, dalam kondisi tertentu, ikan sapu-sapu bisa memperkuat saat debit air menurun drastis alias nyaris mengering, situasi nan umumnya mematikan bagi ikan lain.
Tidak Pilih-Pilih Makanan
Berbeda dengan kebanyakan ikan, beberapa jenis sapu-sapu mempunyai keahlian mengambil oksigen tambahan dari udara. Mereka juga dapat menyimpan oksigen dalam tubuhnya. Kondisi ini membikin ikan sapu-sapu tidak sepenuhnya berjuntai pada oksigen terlarut di dalam air, sehingga tetap bisa hidup di lingkungan nan minim oksigen.
Ikan sapu-sapu termasuk omnivora oportunistik. Mereka dapat menyantap beragam jenis makanan, mulai dari alga, lumut, sisa organik, hingga organisme kecil.
Kemampuan tersebut pun membikin mereka tetap memperkuat meski sumber makanan terbatas. Tak heran jika ikan ini sering dijuluki "ikan pembersih" lantaran kebiasaannya menyantap kotoran di perairan.
Secara fisik, ikan sapu-sapu mempunyai tubuh nan dilapisi pelat keras menyerupai armor. Struktur ini membuatnya lebih tahan terhadap serangan predator dan kondisi lingkungan nan keras.
Lapisan pelindung ini menjadi salah satu aspek krusial nan meningkatkan kesempatan hidupnya di alam liar.
Tahan Pencemaran
Ikan sapu-sapu dikenal bisa hidup di perairan nan mengandung limbah alias polutan. Dalam beberapa kasus, ikan ini apalagi bisa menyerap logam berat dari lingkungannya.
Kemampuan ini membuatnya tetap memperkuat di sungai-sungai tercemar, meski di sisi lain menjadikannya kurang kondusif untuk dikonsumsi jika berasal dari kediaman liar.
Selain susah mati, ikan sapu-sapu juga berkembang biak dengan cepat. Mereka bisa bertelur dalam jumlah besar dan membikin sarang di tebing alias dasar sungai.
Dengan tingkat reproduksi nan tinggi, populasi ikan ini dapat meningkat pesat dan susah dikendalikan, apalagi jika sebagian perseorangan mati.
Ikan sapu-sapu mempunyai usia hidup nan relatif panjang, bisa mencapai 10-15 tahun. Dengan daya tahan tubuh nan kuat dan keahlian penyesuaian tinggi, mereka bisa memperkuat lebih lama dibanding banyak jenis ikan lainnya.
Bukan Kebal Tapi Super Adaptif
Meski sering disebut "tidak bisa mati", secara ilmiah ikan sapu-sapu tetap bisa mati. Namun, kombinasi beragam keunggulan, mulai dari penyesuaian lingkungan ekstrem, sistem pernapasan fleksibel, pola makan luas, hingga perlindungan tubuh, membuatnya terlihat jauh lebih kuat dibanding ikan lain.
Dengan kata lain, ikan sapu-sapu bukan kebal, melainkan jenis nan sangat adaptif dan tahan banting.
Di kembali daya tahannya, ikan sapu-sapu juga membawa akibat negatif. Sebagai jenis invasif, mereka dapat mendominasi habitat, mengganggu keseimbangan ekosistem, dan mengurangi populasi ikan lokal.
Karena itu, keberadaan ikan sapu-sapu tidak hanya menarik secara ilmiah, tetapi juga menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan perairan.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·