Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri(Doc PBSI)
GANDA putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke perempat final Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju dalam pertandingan tiga gim, 21-15, 14-21, 21-12, Kamis (20/8).
Fajar/Fikri sempat kehilangan gim kedua setelah memenangi gim pembuka. Namun, unggulan kedua tersebut bisa bangkit dan tampil garang pada gim penentuan untuk memastikan kemenangan di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi.
"Alhamdulillah berterima kasih diberikan kelancaran di pertandingan hari ini, dengan kemenangan juga. Kami tidak mudah melawan pasangan Korea hari ini, mereka bermain cukup solid, cukup baik, apalagi di start awal," kata Fajar.
Fajar mengatakan musuh memulai pertandingan dengan baik pada gim pertama dan kedua. Ia dan Fikri bisa membalikkan keadaan pada gim pertama, tetapi kandas melakukan perihal serupa pada gim kedua lantaran kondisi lapangan.
"Start awal gim pertama dan kedua mereka sangat baik tapi untungnya di gim pertama kami bisa membalikan keadaan setelah tertinggal. Berbeda dengan gim kedua, kami tidak bisa membalikan keadaan lantaran memang kondisi lapangan nan kalah angin," ujarnya.
Memasuki gim ketiga, Fajar/Fikri tidak mau kembali tertinggal sejak awal. Mereka langsung bermain garang hingga akhirnya merebut gim penentuan.
"Gim ketiga akhirnya kami tidak mau kalah start lagi, kami langsung bermain dengan sangat agresif," kata Fajar.
Meski menang, Fajar mengaku belum tampil maksimal. Ia berambisi dapat bermain lebih baik pada pertandingan berikutnya dan bakal memaksimalkan pemulihan.
"Walau menang tapi tadi saya bermain kurang baik. Semoga besok bisa menampilkan nan jauh lebih baik dengan kondisi nan baik juga. Kami bakal maksimalkan recovery," tuturnya.
Sementara itu, Fikri menilai pasangan Korea tampil berbeda dibandingkan pertemuan terakhir. Kang/Ki disebut bermain lebih aman, rapi, dan mempunyai tenaga nan lebih memaksa.
"Pasangan Korea dibandingkan pertemuan terakhir ada perbedaan, mereka lebih safe, lebih rapi dan tenaganya juga lebih memaksa sementara dari kami berdua memang kurang siap," ujar Fikri.
Fikri mengakui Fajar/Fikri mengawali pertandingan dengan buruk, terutama pada gim kedua. Adaptasi terhadap kondisi lapangan juga dinilai belum cukup cepat.
"Startnya sangat buruk, terutama di gim kedua. Adaptasi kami kurang sigap lantaran di lapangan tiga rupanya menang-kalah anginnya lebih terasa," kata Fikri. (Ndf)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·