Fahad Haydra hingga Jeremie Moeremans Jadi Geng Motor di Serial Agaskar

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Konferensi pers dan cast reveal series Agaskar di area Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Fahad Haydra dan Jeremie Moeremans didapuk berkedudukan dalam serial terbaru dari MAXSTREAM nan mengangkat tema kehidupan geng motor anak SMA berjudul Agaskar.

Namun, para pemain memastikan bahwa cerita nan dihadirkan tidak semata menyoroti sisi negatif dari geng motor, melainkan hubungan persaudaraan di antara para anggotanya.

Fahad Haydra mengatakan konsep geng motor dalam Agaskar digambarkan secara berimbang. Menurutnya, tidak semua golongan fans motor identik dengan perilaku negatif.

“Geng motor kan nggak semuanya negatif ya. Ada golongan yang emang suka motor, berkumpul, hanya kata-kata ‘geng’ mungkin narasinya yang emang agak negatif. Di Agaskar, versinya 50-50 lah,” ujar Fahad Haydra di area Jakarta Pusat.

Pandangan serupa disampaikan Andrew Barret nan mempunyai pengalaman memandang kehidupan geng motor di Bali. Ia menilai solidaritas antar anggotanya justru menjadi salah satu perihal nan paling terasa.

“Teman saya ada nan masuk geng motor di Bali. Orangnya sebenarnya nice banget. Cuma mungkin saya nggak bisa buka rahasia juga di sini. Tapi lebih tepatnya sebenarnya brotherhood-nya itu sangat banget terasa sih di geng motor,” jelas Andrew.

Meski begitu, Andrew tidak menampik bahwa dirinya pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan ketika berhadapan dengan golongan geng motor di jalan.

“Kadang-kadang jika pulang malam tuh lewat flyover di-stop-in tuh sama mereka. Ya itu sih menyebalkan,” imbuhnya.

Tak hanya mendalami karakter, para pemain serial Agaskar juga menjalani persiapan bentuk untuk mendukung segmen tindakan dalam serial tersebut. Jeremie Moeremans mengungkapkan mereka mengikuti workshop bela diri secara unik sebelum menjalani proses syuting.

“Kalau untuk persiapan adegan-adegan nan action-nya, nan kayak fighting-fighting, kita ada workshop-nya. Kita latihan sama orang nan melatih kita khusus, mulai dari basic fighting-nya dulu sampai latihan koreografinya,” ungkap Jeremie.

Konferensi pers dan cast reveal series Agaskar di area Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Dina Jasanti, sutradara serial Agaskar turut menceritakan perjuangan para pemain selama menjalani latihan fisik. Beberapa pemain nan terbiasa berolahraga di pusat kebugaran apalagi kudu beradaptasi dengan latihan bela diri nan diwajibkan kru.

“Mereka juga ada nan hanya nge-gym doang nih, enggak pernah fight-fight. Setelah sesi pertama langsung semuanya tepar. Besoknya sudah, ‘Waduh Bu, ini capek nih Bu.’ Ya lanjut terus!” kata Dina.

Meski memerlukan persiapan bentuk nan cukup berat, sebagian segmen tindakan dalam Agaskar tetap dilakukan langsung oleh para pemain tanpa support pemeran pengganti. Dina menjelaskan bahwa stuntman hanya digunakan untuk segmen nan mempunyai tingkat akibat tinggi.

“Aksi-aksinya tetap ada sebagian yang emang mereka sendiri nan melakukan. Kecuali nan betul-betul stunt nan sangat ribet ya, kayak loncat dari lantai tiga alias guling-guling dengan api. Semangat grup ini kuat banget,” pungkasnya.

Serial web Indonesia terbaru nan diadaptasi dari novel Wattpad terkenal karya Eessi (Nazieranff) ini diproduksi oleh Unlimited Production dan ditayangkan melalui platform MAXSTREAM dengan total 8 episode.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan