Cikal Bintang
, Jurnalis-Rabu, 25 Februari 2026 |14:42 WIB

Pelatih Timnas Futsal Putri Indonesia, Luis Estrela. (Foto: Instagram/timnasfutsal)
NAKHON RATCHASIMA – Pelatih Timnas Futsal Putri Indonesia, Luis Estrela, memberikan catatan kritis setelah skuad asuhannya dipaksa menyerah oleh ketangguhan tuan rumah Thailand pada laga pembuka Piala AFF Futsal Wanita 2026. Selain mengakui kelebihan efisiensi serangan lawan, pembimbing asal Portugal tersebut menyoroti rapuhnya barisan pertahanan Garuda Pertiwi nan kandas meredam agresivitas tim Gajah Perang.
Garuda Pertiwi kudu mengakui kelebihan Thailand dengan skor telak 0-3 dalam laga perdana Grup A Piala AFF Futsal Putri 2026. Pertandingan nan menguras bentuk tersebut berjalan di Terminal 21 Korat, Nakhon Ratchasima, Thailand, pada Selasa 24 Februari 2026 kemarin.
1. Kendala Penyelesaian Akhir dan Tekanan Lawan
Dalam pertandingan itu, Timnas Futsal Putri Thailand menunjukkan dominasinya sepanjang dua babak pertandingan. Sebaliknya, Indonesia terlihat sangat kesulitan untuk mengembangkan pola permainan dan sering kali tertekan oleh skema serangan kembali sigap nan diperagakan tim lawan.
Hal ini diakui sepenuhnya oleh Estrela. Selepas pertandingan, sang ahli strategi mengakui Thailand bermain jauh lebih efektif, sementara pasukannya justru tampil kurang disiplin saat berada dalam posisi memperkuat sehingga kecolongan di momen-momen krusial.
Timnas Futsal Putri Indonesia vs Thailand (Foto: Instagram/@changsuek)
"Saya pikir Thailand lebih efisien dari kami di babak pertama. Kami mempunyai banyak kesempatan dengan skema teknis open play dan kami tidak bisa mencetak gol. Saya berbicara pada tim di babak pertama agar tenang," ujar Estrela dikutip dari akun IG resmi Timnas Futsal Indonesia (@timnasfutsal), Rabu (25/2/2026).
"Dan babak kedua sangat susah lantaran kami menderita, gol ketiga sangat dekat dan pertahanan tekanan kami tidak begitu sukses," tambahnya.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·