Feby Novalius
, Jurnalis-Minggu, 28 Juni 2026 |06:05 WIB

Implementasi biodiesel B50 nan dijadwalkan bertindak secara nasional pada 1 Juli 2026 tidak bakal memengaruhi nilai jual solar. (Foto: Okezone.com/Kementan)
JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan kebijakan penerapan biodiesel B50 nan dijadwalkan bertindak secara nasional pada 1 Juli 2026 tidak bakal memengaruhi nilai jual solar kepada masyarakat.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menjelaskan bahwa formula penetapan nilai B50 tetap mengikuti sistem nan selama ini digunakan pada B40. Dengan demikian, peningkatan kandungan fatty acid methyl ester (FAME) dari 40 persen menjadi 50 persen tidak berakibat pada nilai di tingkat konsumen.
“Kalau nilai kan mengikuti nilai BBM nan sudah biasa saja, nggak ada perihal khusus. (Harganya) ya sama (dengan B40). Kan hitungannya diesel, seperti nilai solar. Sama dengan nilai solar nan sudah ditetapkan tiap bulan,” ujarnya.
Ia menambahkan, perbedaan utama antara B40 dan B50 hanya terletak pada peningkatan komposisi FAME menjadi 50 persen, sementara skema penetapan nilai tetap tidak berubah.
Adapun peluncuran BBM jenis B50 tersebut direncanakan mulai 1 Juli 2026. Namun, implementasinya bakal disertai masa transisi selama tiga bulan untuk menghabiskan sisa stok B40 nan tetap beredar di lapangan.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·