Erupsi Gunung Anak Krakatau Sebar Sulfur Dioksida/SO2, Berbahaya?

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam akun instagram resminya merilis mengenai sebaran SO2 alias sulfur dioksida. Di mana dalam gambaran peta satelit, beberapa wilayah di Indonesia terpantau terlewati sulfur dioksida berwarna merah pekat alias SO2.

Sebagaimana diketahui, Selain abu vulkanik dan lontaran batu pijar, erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda juga mengeluarkan gas SO2, info nan beredar di jagat media sosial mengenai gas SO2 turut menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan, S02 alias sulfur dioksida adalah senyawa kimia berupa gas berbisa nan tidak berwarna tetapi mempunyai aroma nan sangat menyengat. "Namun, ancaman S02 ini berjuntai pada tingkat ketinggiannya di troposfer lantaran andaikan berada di ketinggian tertentu, tidak langsung terhirup oleh masyarakat," terang Badan Geologi dalam akun instagram resminya, Selasa (8/9/2026).

Dalam klarifikasinya, peta nan menunjukkan warna merah bukan konsentrasi gas di permukaan nan kita hirup. Arti warna merah merupakan konsentrasi lebih tinggi dari udara normal di lapisan atmosfer, bukan nomor kualitas udara di permukaan.

"Satuan pada peta adalah mg/m2 (massa per satuan luas kolom udara), berbeda dari ppm nan dipakai untuk udara nan dihirup," ungkap Badan Geologi.

Badan Geologi menambahkan, andaikan mencium aroma S02 nan menyerupai belerang akibat aktivitas gunung api, diharap untuk menggunakan masker, tetap berada di dalam rumah untuk mengurangi paparan dan jangan meminum air hujan lantaran sifatnya bakal menjadi masam dan merusak tubuh.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News