Cikal Bintang
, Jurnalis-Rabu, 24 Juni 2026 |02:01 WIB

Menpora Erick Thohir. (Foto: Kemenpora)
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Indonesia, Erick Thohir, memberikan peringatan keras kepada seluruh pengurus olahraga wilayah agar menghentikan praktik pembajakan atlet menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028. Pria nan juga menjabat Ketua Umum PSSI tersebut menegaskan setiap provinsi wajib mengandalkan hasil keringat pembinaan berdikari alih-alih berburu jalan pintas demi pamor semata.
Menurut Erick, PON merupakan arena untuk memandang perkembangan olahraga di setiap wilayah Indonesia. Sebab itu, perpindahan atlet secara instan demi memperkuat kontingen tertentu dinilai tidak sesuai dengan semangat pembinaan.
"Jangan (PON 2028) ini jadi arena bajak membajak atlet," kata Erick kepada awak media, termasuk Okezone di Graha Kemenpora, Jakarta pada Rabu (24/6/2026).
Erick menilai setiap wilayah mempunyai potensi atlet nan kudu terus dikembangkan. Pembinaan berkepanjangan menjadi kunci agar muncul atlet berbobot nan dapat memperkuat Indonesia di tingkat internasional.
Erick Thohir. (Foto: Cikal Bintang/Okezone)
1. Kemenpora dan KONI Siap Godok Aturan
Dalam waktu dekat, Kemenpora bakal melakukan koordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk menyamakan pemahaman mengenai patokan PON 2028. Pertemuan tersebut juga bakal membahas bagian olahraga nan bakal dipertandingkan.
"Jangan sampai kita semua nomor dipertandingkan tapi anggarannya tidak tersedia," ujar Erick.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·