loading...
Asisten berbasis kepintaran buatan menjawab pertanyaan seputar pergerakan nilai emas (XAU/USD), area support dan resistance, hingga manajemen risiko. Foto: ist
JAKARTA - Asisten berbasis kepintaran buatan sekarang menjawab pertanyaan trader mengenai harga, tren, hingga risiko, apalagi secara gratis. Namun, seberapa jauh jawaban mesin layak dijadikan dasar meletakkan uang?
Lupakan dugaan bahwa kajian pasar hanya milik mereka nan fasih membaca grafik. Kini, pelaku perdagangan cukup mengetikkan pertanyaan, dan asisten berbasis kepintaran buatan (artificial intelligence/AI) bakal menjawabnya.
Fenomena ini mulai merambah industri perdagangan berjangka. Salah satu pialang berjangka di Indonesia, Didimax, misalnya, membenamkan asisten AI ke platformnya dan membukanya cuma-cuma tanpa pembelian token.
Sebagai pembanding, sejumlah jasa AI lain memakai sistem kredit, langganan, alias pembelian token.
Langkah tersebut lahir di tengah perkembangan AI nan membawa perubahan besar dalam bumi finansial dan investasi. Menurut perusahaan itu, AI berpotensi besar membantu ”trader” mengolah info pasar nan kian kompleks.
Dari Edukasi ke Sinyal
Cara kerjanya sederhana. Pengguna bisa menanyakan pergerakan nilai emas (XAU/USD), area support dan resistance alias pemisah bawah dan atas harga, arah tren, hingga aspek ekonomi nan memengaruhi harga. Pertanyaan juga bisa menyangkut strategi, parameter teknikal, dan manajemen risiko.
Bagi pemula, AI menjadi sarana belajar memahami konsep trading. Adapun bagi nan berpengalaman, teknologi ini berfaedah sebagai pendamping kajian untuk menimbang beragam skenario pergerakan harga.
Tak hanya menjawab pertanyaan, AI juga dipakai untuk menyodorkan sinyal perdagangan sebagai referensi kesempatan pasar.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·