Empat Start Up Indonesia Ikut SusHi Tech di Tokyo Cari Investor, Bergerak di Bidang Pengolahan Ampas Kopi hingga Salurkan TKI

Sedang Trending 5 bulan yang lalu
Empat Start Up Indonesia Ikut SusHi Tech di Tokyo Cari Investor, Bergerak di Bidang Pengolahan Ampas Kopi hingga Salurkan TKI Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya berjumpa dengan empat perusahaan rintisan nan bakal mengikuti SusHi Tech di Jakarta, Selasa (22/4).(MI/Iis Zatnika)

Sebanyak empat perusahaan rintisan karya anak-anak muda Indonesia bakal mengikuti forum nan mempertemukan para start up dan investor, SusHi Tech pada 27-29 April 2026, di Tokyo, Jepang. Mereka terdiri atas, Bell Living Lab nan mengolah jejak kopi untuk jenis produk fesyen  hingga furnitur, Ijo nan berfokus pada produksi pupuk dan pestisida berbahan rumput laut, Spun nan berfokus pada pengurusan visa menggunakan kepintaran buatan, serta Gapai nan membantu menyalurkan TKI untuk bekerja di luar negeri.

Keberangkatan mereka didukung Kementerian Ekonomi Kreatif melalui program Badan Ekraf Start Up (Bekup) Global Scale Up 2026 . "Ini adalah corak support agar kekayaan intelektual (IP) Indonesia semakin mendunia," kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya usai pertemuan dengan para perusahaan rintisan itu di Jakarta, Selasa (22/4).

SusHi Tech merupakan malam pertemuan nan bakal diisi presentasi produk hingga benchmarking dengan para penanammodal nan dihadiri para pemangku kepentingan sektor ekonomi imajinatif dari beragam dunia.

"Ini adalah corak support bagi mereka untuk mendapatkan akses pasar nan lebih luas serta untuk mendapatkan upaya mitra alias penanammodal untuk pengembangan usaha. Persiapan nan paling dibutuhkan adalah proposal upaya nan tepat. Target outputnya adalah kerja sama bisnis, apakah untuk memperluas pasar, mendapatkan mitra upaya partner, hingga investor," kata Riefky.

Sebelum lolos menjadi perwakilan Indonesia, kata Riefky, perusahaan-perusahaan rintisan itu melalui proses kurasi. Sementara, SusHi Tech sendiri dirancang oleh Pemerintah Metropolitan Tokyo untuk mempertemukan inovator dunia dan mendorong terciptanya kota masa depan nan lebih berkelanjutan.

Pada 2026, skala aktivitas meningkat tajam dengan 750 startup dari 60 negara. Panitia juga menargetkan lebih dari 10.000 pertemuan upaya terfasilitasi dan sekitar 60.000 visitor selama tiga hari penyelenggaraan. SusHi Tech Challenge menjadi salah satu sorotan utama lantaran menarik 820 aplikasi dari 60 negara dan wilayah. Dari jumlah itu, 437 berasal dari peserta internasional dan 383 dari Jepang, menandakan tingginya minat dunia terhadap arena ini.

Kompetisi tersebut melangkah dalam beberapa tahap, dengan 20 semifinalis tampil pada 27 April, lampau tujuh finalis melaju ke babak akhir pada 28 April. Satu pemenang Grand Prix bakal membawa pulang 10.000.000 Yen dan tiket otomatis menuju TechCrunch Disrupt Startup Battlefield Top 200.(X-8)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑