Empat mahasiswa Indonesia sukses meraih penghargaan di European Model United Nations (EuroMUN) 2026 nan diselenggarakan di Maastricht, Belanda, pada 14-17 Mei 2026. Mereka adalah Rebecca Raphael Angelica Simorangkir (22) dari Universitas Sanata Dharma, Nisriina Alyaa (21) dari Universitas Brawijaya, Calista Trina Winata (21) dari Universitas Padjajaran, dan Lenka Melinda Florienka (22) dari Politeknik Negeri Malang nan merupakan Beswan Djarum (sebutan bagi mahasiswa/i penerima program Djarum Beasiswa Plus) 2024/2025.
“Ini merupakan pengalaman sekali seumur hidup nan saya tahu betul tidak bakal terulang, dan saya berterima kasih bisa mendapatkan prestasi terbaik di kejuaraan berskala internasional dengan seluruh pendampingan nan diberikan,” ujar Nisriinaa nan menjadi Best Delegate untuk komite North Atlantic Treaty Organization (NATO).
EuroMUN adalah salah satu konvensi MUN paling bergengsi di sirkuit MUN kompetitif Eropa nan menghadirkan peserta dari seluruh tingkatan pengalaman. Mengusung tema Responsibility for the Future, the Power of Dialogue, EuroMUN 2026 diikuti oleh 250 mahasiswa nan berasal dari 40 negara. Selama empat hari, mereka beradu keahlian baik secara akademis, bernegosiasi, berdiplomasi, hingga public speaking di Fakultas Hukum Universitas Maastricht.
Sebelum berkompetisi di EuroMUN 2026, mereka nan tergabung dalam Delegasi Djarum Foundation mendapatkan training intensif simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (Model United Nations alias MUN) selama enam bulan. Selain untuk mempersiapkan diri untuk menjadi Delegasi Djarum Foundation di program Internasional Exposure, seluruh materi training dirancang untuk memberikan pengetahuan dan kecakapan nan dapat terus berfaedah setelah konvensi berhujung dan dalam menyambut pekerjaan ahli mereka setelah menyelesaikan studi.
“Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan bagi Beswan Djarum dalam mengembangkan keahlian dan menguji kapabilitas mereka di tingkat internasional. Tidak hanya itu, training ini juga menjadi bagian dari upaya pembentukan karakter dan kepemimpinan agar mereka siap menjadi pemimpin masa depan. Semoga proses ini juga dapat meningkatkan keahlian mereka untuk menghadapi beragam tantangan nan bakal ditemui di masa mendatang,” ujar Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Felicia Hanitio.
Struktur training tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan International Exposure setiap tahunnya, serta terus memberikan nilai tambah bagi para peserta nan diharapkan bakal terus berfaedah sepanjang kehidupan mereka setelah perguruan tinggi.
“Saya sangat berterima kasih bisa mendapatkan kesempatan mengikuti EuroMUN 2026 dan mendapatkan training intensif selama enam bulan. Walaupun bukan berlatar belakang bidang hubungan internasional, saya sangat berterima kasih bisa bersaing dan meraih prestasi terbaik di antara delegasi lain nan datang dari beragam negara,” ujar Rebecca nan merupakan mahasiswi bidang Sastra Inggris dan sukses meraih penghargaan Best Delegate untuk komite Disarmament and International Security Committee (DISEC).
Best Delegate merupakan penghargaan tertinggi nan diberikan komite MUN untuk peserta dengan performa terbaik, nan di antaranya mencakup bisa bermusyawarah dan menyatukan beragam pandangan dan kepentingan, bisa dengan baik mewakili negara nan ditunjuk, aktif dalam berdebatan dan diskusi, serta bisa memahami agenda persidangan dengan baik.
Prestasi Delegasi Djarum Foundation dilengkapi oleh Calista nan memperoleh penghargaan Honourable Mention pada komite APEC, serta Lenka nan menerima Verbal Commendation pada komite European Parliament (EP).
Selain empat mahasiswa nan sukses membawa pulang penghargaan, Delegasi Djarum Foundation mempunyai total 10 mahasiswa nan berperan-serta dalam EuroMUN 2026. Mereka adalah Evan Belsarun Haloho (Universitas Sriwijaya), Felicia (Universitas Kristen Maranatha), Gusti Ayu Made Devyna Maharani (Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur), Nadhlif Pelu (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel), Nanditha Setyaningrum (IPB University), dan Rachelle Xaverine Nyomanto (Universitas Lambung Mangkurat).
Program ini merupakan salah satu dari rangkaian program Djarum Beasiswa Plus nan tidak hanya memberikan support biaya bagi mahasiswa berprestasi di seluruh provinsi di Indonesia, tetapi juga memberikan beragam training soft skills untuk membangun karakter, wawasan kebangsaan, dan melatih kepemimpinan. Melalui International Exposure, Beswan Djarum bisa menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia bisa menunjukkan kualitas mereka dan bisa bersaing di panggung dunia, selain bagi Nisriina EuroMUN 2026 ini menjadi pengalaman MUN pertama bagi sembilan personil delegasi, termasuk Rebecca, Calista dan Lenka.
Kesempatan untuk menjadi wakil Indonesia di MUN jenis berikutnya sekarang tengah dibuka. Pendaftaran untuk menjadi Beswan Djarum dibuka hingga 10 Juni mendatang. Informasi selengkapnya bisa diakses melalui www.djarumbeasiswaplus.org.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·